LINGGA - BEDAINNEWS.COM — Pengolahan gamat atau teripang batu membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta penerapan teknik yang benar. Langkah ini krusial agar bentuk fisik tubuh teripang tetap utuh, tidak pecah, dan tidak mengalami kerusakan selama proses perebusan hingga penjemuran.
Di perairan Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, gamat menjadi komoditas laut unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat pesisir. Harga jual gamat kering hasil olahan berkualitas dapat menembus angka Rp1,3 juta hingga Rp1,6 juta per kilogram di tingkat penampung.
Namun, pencapaian nilai jual maksimal tersebut sangat bergantung pada tingkat pemahaman nelayan dalam menguasai tahapan pengolahan pascapanen. Akhir pekan ini, Minggu (18/10/26) tim Bedainnews.com akan berbagi teknik mengolahnya.
Tiga Tahapan Krusial Perebusan dan Pengeringan Teripang
Berikut adalah tiga langkah penting dalam proses pengolahan gamat yang harus diterapkan oleh para nelayan:
1. Perebusan Pertama Menggunakan Api Kecil:
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Proses diawali dengan memasukkan air bersih dan gamat ke dalam wajan. Nyalakan api kecil lalu aduk perlahan agar tekstur kulit luar tidak rusak. Ketika tubuh gamat mulai menyusut, besarkan api secara bertahap dan lanjutkan perebusan selama kurang lebih 30 menit.
2. Penggaraman untuk Mencegah Pembusukan:
Usai perebusan pertama, gamat dilumuri garam dan didiamkan selama dua hingga tiga hari. Tahapan ini bertujuan menghambat pembusukan jaringan tubuh. Kebersihan wadah, mutu garam, dan lokasi penyimpanan wajib dijaga agar kualitas produk tetap stabil.
3. Perebusan Kedua dan Penjemuran Maksimal:
Gamat yang telah digarami kemudian direbus kembali selama 15 menit. Selanjutnya, jemur gamat di bawah terik matahari hingga kadar airnya berkurang secara merata. Apabila belum mencapai standar kekeringan pembeli, proses penjemuran wajib dilanjutkan dengan memperhatikan kebersihan tempat dari debu.
Menjaga Mutu Hasil Laut dan Menghadapi Tantangan Pasar
Durasi perebusan, proses penggaraman, serta penjemuran perlu disesuaikan dengan variasi ukuran dan kondisi fisik gamat yang ditangkap. Penanganan yang ceroboh selama proses produksi dapat merusak estetika bentuk teripang, sehingga menurunkan harga jual secara drastis di pasaran.
Ketepatan proses, kebersihan wadah, serta kehati-hatian menangani hasil tangkapan menjadi kunci utama menghasilkan produk bernilai ekonomis tinggi.
Penerapan teknik pengolahan yang terstandarisasi diharapkan mampu membina nelayan pesisir Kabupaten Lingga dalam mempertahankan mutu komoditas lokal. Langkah ini juga sekaligus membuka peluang perluasan jangkauan pasar ekspor guna meningkatkan taraf hidup dan pendapatan ekonomi keluarga nelayan.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!