PALU - BEDAINNEWS.COM ā Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Palu tengah menghadapi ujian berat akibat penurunan omzet penjualan yang dipicu melemahnya daya beli masyarakat.
Tekanan ekonomi ini dirasakan langsung oleh para pedagang parfum isi ulang yang telah menggantungkan hidup dari usaha tersebut selama lebih dari sedekade di ibu kota Sulawesi Tengah.
Seorang pedagang parfum yang telah berjualan sejak tahun 2011 mengungkapkan bahwa kondisi pasar saat ini mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, tingkat penjualan harian mulai terasa sangat sepi dan lesu sejak usai perayaan Idulfitri tahun ini.
"Tahun-tahun lalu masih terbilang lumayan dan ada harapan. Namun sejak Idulfitri tahun ini sampai sekarang, penjualan sangat sepi karena daya beli masyarakat yang turun jauh," ujar Irwan K (43) saat diwawancarai di toko parfum miliknya di Jalan Pue Bongo Nomor 99, Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Palu Barat, Senin pagi (19/10/2026).
Himpitan Modal dan Operasional Mandiri
Selain pelemahan daya beli masyarakat, Irwan menjelaskan bahwa harga bahan baku bibit parfum turut terdampak oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing (dolar). Kondisi ini secara otomatis mendongkrak modal pembelian bahan baku impor dari distributor.
Meskipun biaya modal membengkak, para pedagang terpaksa tetap mempertahankan harga jual eceran di kisaran Rp2.000 hingga Rp2.500 per mililiter. Langkah dilematis ini diambil guna menyesuaikan dengan batas kemampuan beli pasar lokal yang kian terbatas.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Dampak lanjutan dari penurunan omzet bulanan tersebut membuat pedagang terpaksa mengelola usahanya seorang diri tanpa bantuan karyawan. Biaya operasional yang makin mencekik menjadi alasan utama ketidakmampuan pelaku usaha dalam membiayai tenaga kerja tambahan.
Di tengah kondisi pasar yang serba sulit, para pelaku UMKM di Kota Palu sangat berharap adanya pemulihan kondisi ekonomi secara menyeluruh serta peningkatan daya beli masyarakat pada bulan-bulan mendatang hingga memasuki tahun depan.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!