KOTA PROBOLINGGO - BEDAINNEWS.COMâ Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Baznas setempat menggelar "Pelatihan Pangkas Rambut Metode Barbershop" sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap anak-anak putus sekolah dan masyarakat dhuafa.
Pelatihan vokasi yang diprakarsai oleh Komisi Sosial MUI ini berlangsung selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis (4â5/11/2026). Pembukaan kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH Abdul Wasik Hannan, di Ruang Amanah Gedung Islamic Center Kraksaan.
Dalam sambutannya, Kiai Abdul Wasik Hannan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang mendukung program penumbuhan kemandirian ekonomi masyarakat prasejahtera ini.
Bukan Sekadar Keterampilan, Tapi Ikhtiar Kemandirian
Kiai Abdul Wasik menegaskan bahwa anak-anak yang putus sekolah bukanlah generasi yang kehilangan masa depan. Mereka hanya membutuhkan kesempatan, pendampingan, serta ruang untuk mengasah potensi diri.

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Pelatihan pangkas rambut metode barbershop untuk bina anak putus sekolah dan dhuafa, Rabu (4/11/26).dok: M Hasbullah Huda
"Pelatihan vokasi pangkas rambut metode barbershop ini bukan sekadar mengajarkan keterampilan memangkas rambut. Ini adalah ikhtiar menumbuhkan harapan, membuka peluang, dan membangun kemandirian," tegas Kiai Abdul Wasik.
Ia menambahkan, MUI berkomitmen mengubah ketidakberdayaan menjadi kekuatan yang bermartabat. Kepedulian sosial yang hakiki tidak hanya memberi bantuan sesaat, tetapi membekali peserta agar mampu berdiri mandiri menghadapi tantangan masa depan.
"Kepada para peserta, jangan pernah merasa masa depan kalian telah berakhir hanya karena pendidikan formal tidak dapat kalian selesaikan," pesannya memotivasi.
Hadirkan Pemateri Ahli dan Praktik Langsung
Sebagai penerus cita-cita bangsa, kesejahteraan dan pemenuhan potensi anak-anak menjadi tanggung jawab bersama agar kelak mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.
Guna memastikan kualitas pelatihan, panitia menghadirkan dua penata rambut (barber) berpengalaman dari Kecamatan Maron dan Gading. Selain memberikan pembekalan teori dasar, kedua instruktur tersebut membimbing langsung praktik teknik pemangkasan rambut modern kepada para peserta.
Melalui program ini, para peserta diharapkan dapat membuka usaha pangkas rambut mandiri maupun terserap di industri barbershop yang kian berkembang.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!