MOTEGI, BEDAINNEWS.COM — Pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mengamankan poin berharga pada seri ke-16 Kejuaraan Dunia Moto3 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mobility Resort Motegi, Jepang, Minggu (4/10/2026).
Meski harus memulai balapan dari posisi ke-18 akibat terjatuh pada sesi kualifikasi, pembalap Honda Team Asia berusia 17 tahun ini menunjukkan aksi comeback yang mengesankan. Veda berhasil merangsek naik tujuh barisan dan finis di posisi ke-11.
Perjuangan Ciamik Veda dan Nasib Apes Zen Mitani Sejak lampu start padam, Veda langsung tampil agresif. Ia merangkak naik ke posisi 14 pada lap pertama dan terus terlibat duel sengit dengan rombongan pembalap tengah hingga akhirnya mengunci posisi ke-11 pada lap terakhir.
Tambahan 5 poin dari Motegi ini semakin memperkokoh posisinya di jajaran 10 besar klasemen sementara pembalap Moto3 2026.
Manager Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan apresiasi atas kegigihan Veda, meski ia mengakui bahwa persaingan di grup tengah membuat Veda kehilangan sedikit waktu untuk mengejar kelompok terdepan.
"Ini adalah akhir pekan yang berat bagi kami. Veda berhasil finis di posisi ke-11 setelah bangkit dari posisi ke-18 di grid. Dia melakukan pemulihan posisi yang baik, tetapi kelompok pembalap di sekitarnya sangat kompetitif sehingga sulit baginya untuk berjuang lebih jauh menuju podium," kata Hiroshi Aoyama.
Sebaliknya, nasib kurang beruntung dialami rekan satu tim Veda, Zen Mitani. Pembalap tuan rumah tersebut harus merelakan peluang meraih poin setelah melakukan kesalahan jump start. Pelanggaran tersebut berujung pada hukuman double long-lap penalty, yang melempar Mitani hingga finis di posisi ke-21.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Menatap Debut Kandang di Sirkuit Mandalika
Hasil di Motegi menjadi modal berharga serta pendorong motivasi bagi Veda jelang tampil pada balapan kandang, Grand Prix Indonesia di Sirkuit Internasional Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026.
Menjelang seri Mandalika, Veda menegaskan dirinya enggan terbeban oleh ekspektasi tinggi publik Tanah Air. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut fokus memaksimalkan sesi latihan bebas dan kualifikasi demi mendapatkan posisi start terbaik.
- Fokus Kualifikasi: Veda mengakui bahwa posisi grid yang kurang ideal di beberapa seri terakhir, termasuk di Motegi dan Austria, memaksanya bekerja ekstra keras sejak awal balapan.
- Persiapan Fisik & Set-up: Bersama kompatriotnya Mario Aji, Veda telah menjalani sesi latihan bersama di Mandalika guna mempercepat adaptasi set-up motor.
- Strategi Balapan: Veda berharap balapan di Mandalika berlangsung dalam kondisi trek kering agar pemilihan strategi ban dan penyetelan motor lebih optimal.
"Target utama saya di Mandalika adalah finis dan tidak jatuh. Saya tidak ingin memberi tekanan berlebih pada diri sendiri. Mandalika adalah salah satu sirkuit favorit saya, dan saya sangat bangga bisa balapan langsung di hadapan pendukung Indonesia," ujar Veda.

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!