Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Otomotif

Mobil Mogok Usai Isi Pertalite, Konsumen di Sumbar Keluhkan Kerugian

Kontributor: Aboed|Editor: Redaksi Bedain|
Senin, 12 Oktober 2026 pukul 18.21 WIB
|
1 menit baca
Mobil Mogok Usai Isi Pertalite, Konsumen di Sumbar Keluhkan Kerugian
Sejumlah konsumen di Sumbar mengeluhkan mobil mogok setelah mengisi Pertalite. Mereka mengaku menemukan endapan di tangki dan meminta pemeriksaan kualitas BBM. Foto: Aboed
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Warga Sumbar keluhkan Pertalite bercampur sedimen mirip semen hingga mobil mogok dan turun tangki. Pertamina dinilai lamban ganti rugi. Ada apa?
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Sejumlah pemilik kendaraan roda empat di Sumatera Barat mengeluhkan gangguan mesin setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah stasiun...

2

Beberapa kendaraan dilaporkan mogok mendadak dan harus menjalani pemeriksaan di bengkel.

3

Pemilik kendaraan mengaku menemukan endapan tebal berwarna keabu-abuan yang disebut menyerupai adonan semen pada saringan bahan bakar ( fuel filter ) dan pompa...

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

SOLOK - BEDAINNEWS.COM — Sejumlah pemilik kendaraan roda empat di Sumatera Barat mengeluhkan gangguan mesin setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Beberapa kendaraan dilaporkan mogok mendadak dan harus menjalani pemeriksaan di bengkel.

Pemilik kendaraan mengaku menemukan endapan tebal berwarna keabu-abuan yang disebut menyerupai adonan semen pada saringan bahan bakar (fuel filter) dan pompa bahan bakar (fuel pump) setelah tangki kendaraan dibongkar.

Temuan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen. Sejumlah komponen sistem bahan bakar dilaporkan harus diganti untuk memulihkan kinerja kendaraan. Namun, penyebab pasti munculnya endapan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis dan pengujian sampel BBM.

Biaya Perbaikan Memberatkan Konsumen

Keluhan ini turut menimbulkan kerugian finansial bagi pemilik kendaraan, terutama masyarakat yang mengandalkan Pertalite untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Biaya penggantian pompa bahan bakar, filter, serta jasa pembongkaran tangki disebut berkisar Rp500.000 hingga lebih dari Rp1 juta, bergantung pada jenis kendaraan dan tingkat kerusakan.

Selain biaya perbaikan, konsumen juga mengaku harus membuang BBM yang tersimpan di dalam tangki karena dikhawatirkan telah terkontaminasi. Jumlah BBM yang terbuang disebut mencapai puluhan liter pada sejumlah kasus.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Sebagian konsumen juga mempertimbangkan beralih ke Pertamax untuk menghindari kekhawatiran terhadap kerusakan berulang. Namun, penggunaan BBM nonsubsidi tersebut menambah pengeluaran harian mereka.

Konsumen Pertanyakan Penanganan Pertamina

Kondisi tersebut memicu kekecewaan sejumlah konsumen terhadap penanganan keluhan kualitas Pertalite di wilayah Sumatera Barat. Mereka menilai perlu ada langkah konkret untuk memastikan kualitas BBM yang beredar sekaligus mencegah kerugian serupa terulang.

Salah seorang konsumen yang mengaku terdampak mempertanyakan belum adanya langkah yang dinilainya memadai untuk memberikan kepastian kepada masyarakat.

“Seakan-akan Pertamina Sumbar membiarkan konsumen tetap menggunakan Pertalite bermasalah tanpa ada langkah konkret berupa penarikan atau penghentian distribusi sementara. Masyarakat justru terkesan harus menanggung sendiri risiko kerusakan kendaraan mereka,” ujarnya.

Konsumen juga menyoroti mekanisme pengajuan ganti rugi atau kompensasi. Proses klaim disebut rumit dan membutuhkan waktu lama, sementara kepastian penyelesaiannya dinilai belum jelas.

Keluhan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan penjelasan terbuka mengenai prosedur pengaduan, persyaratan klaim, serta mekanisme pemeriksaan untuk menentukan penyebab kerusakan kendaraan.

Desak Investigasi dan Kompensasi

Persoalan ini mendorong desakan agar kualitas Pertalite yang beredar di Sumatera Barat diperiksa secara menyeluruh. Konsumen meminta adanya pemeriksaan independen terhadap rantai distribusi BBM, mulai dari fasilitas penyimpanan hingga tangki penyimpanan di SPBU.

Mereka juga meminta Pertamina menyediakan mekanisme kompensasi yang mudah diakses, transparan, dan memiliki kepastian waktu penyelesaian bagi konsumen yang terbukti mengalami kerugian akibat masalah kualitas BBM.

Selain itu, pengawasan mutu di seluruh titik distribusi dinilai perlu diperkuat. Apabila ditemukan BBM yang tidak memenuhi standar, penanganan harus dilakukan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti munculnya endapan pada komponen kendaraan tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Konfirmasi dari pihak Pertamina mengenai keluhan konsumen, hasil pemeriksaan kualitas BBM, serta mekanisme ganti rugi diperlukan agar persoalan ini dapat diketahui secara menyeluruh. B

Kontributor: Aboed|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Pertalite BermasalahBBM SubsidiPertamina SumbarKerusakan KendaraanSOLOK
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...