LINGGA - BEDAINNEWS.COM — Sebuah meriam tua peninggalan Kesultanan Lingga-Riau berdiri tegak dengan moncong mengarah ke langit di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.
Menurut warga setempat kepada Bedainnews.com Jumat (16/10/26), benda pusaka ini dikenal sebagai Meriam Tegak, salah satu ikon sejarah pertahanan maritim paling populer di Kepulauan Riau.
Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau mencatat meriam ini berfungsi mengamankan kawasan strategis penambangan timah dari ancaman perompak Selat Malaka.
Keberadaan situs unik ini diiringi cerita rakyat yang mengisahkan kesaktian sosok panglima perempuan dalam mengusir serangan kelompok bajak laut.
Cagar Budaya dan Warisan Sejarah
Konon sang panglima menancapkan meriam ke tanah dengan tangan kosong di kawasan perbukitan Batu Berdaun untuk menakut-nakuti gerombolan bajak laut.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Meskipun kisah tersebut diposisikan sebagai folklor lisan, keberadaan fisik meriam yang sebagian tertanam di tanah terus menyedot perhatian wisatawan lokal.
Masyarakat meyakini adanya keajaiban teknis karena upaya pemindahan meriam menggunakan alat berat selalu menemui kegagalan di lokasi tersebut.
Situs Meriam Tegak berlokasi di Jalan Batu Berdaun, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.
Pemerintah secara resmi menetapkan situs ini sebagai Benda Cagar Budaya melalui Surat Keputusan Nomor 08/KPTS/I/2010 pada tanggal 14 Januari 2010.
Penetapan cagar budaya tersebut menegaskan pentingnya pelestarian aset sejarah maritim agar ingatan kolektif masyarakat Kepulauan Riau tetap terjaga dengan baik.
Kini situs Meriam Tegak berkembang menjadi destinasi wisata edukasi sejarah yang memperkuat identitas kebudayaan daerah di tingkat nasional maupun internasional.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!