Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Berita

Candi Ngetos, Peninggalan Sejarah Majapahit di Nganjuk

Kontributor: Suwarno |Editor: Redaksi Bedain|
Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 14.00 WIB
|
1 menit baca
Candi Ngetos, Peninggalan Sejarah Majapahit di Nganjuk
Pesona Candi Ngetos di Nganjuk, jejak peninggalan sejarah Majapahit di kaki Gunung Wilis.
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Temukan jejak sejarah Candi Ngetos di Nganjuk, peninggalan Majapahit yang dikaitkan dengan Raja Hayam Wuruk. Apa rahasia di baliknya?
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Candi Ngetos di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi salah satu peninggalan sejarah yang dikaitkan dengan Kerajaan Majapahit.

2

Candi berbahan bata merah ini menyimpan jejak perkembangan sejarah, kepercayaan, dan kebudayaan masyarakat Jawa pada masa lampau.

3

Terletak di kawasan kaki Gunung Wilis, Candi Ngetos memiliki nilai sejarah yang menarik untuk ditelusuri.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

NGANJUK - BEDAINNEWS.COM — Candi Ngetos di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi salah satu peninggalan sejarah yang dikaitkan dengan Kerajaan Majapahit. Candi berbahan bata merah ini menyimpan jejak perkembangan sejarah, kepercayaan, dan kebudayaan masyarakat Jawa pada masa lampau.

Terletak di kawasan kaki Gunung Wilis, Candi Ngetos memiliki nilai sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Keberadaannya juga menjadi bagian dari kekayaan warisan budaya Kabupaten Nganjuk yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Dikaitkan dengan Raja Hayam Wuruk

Candi Ngetos diperkirakan berasal dari masa akhir Kerajaan Majapahit. Dalam tradisi sejarah lokal, bangunan ini dikaitkan dengan Raja Hayam Wuruk atau Sri Rajasanagara, yang memerintah Majapahit pada 1350–1389 Masehi.

Kisah yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa kawasan Ngetos memiliki hubungan dengan rencana pendharmaan sang raja. Namun, hubungan khusus tersebut perlu dipahami sebagai tradisi sejarah lokal yang memerlukan dukungan sumber arkeologis dan kajian sejarah.

Kawasan pegunungan dalam tradisi keagamaan Hindu Jawa kuno memiliki makna spiritual. Hal tersebut menjadi salah satu konteks untuk memahami keberadaan bangunan suci yang tersebar di berbagai wilayah Jawa.

Asal-Usul Nama Ngetos

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Selain dikaitkan dengan Hayam Wuruk, sejarah lokal juga mengenal cerita mengenai Ngatas Angin yang dipercaya memiliki hubungan dengan asal-usul nama Ngetos.

Cerita tersebut menjadi bagian dari tradisi lisan yang berkembang di masyarakat setempat. Meski demikian, perubahan nama dari Ngatas Angin menjadi Ngetos perlu ditelusuri lebih lanjut melalui sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Catatan mengenai upaya pemugaran pada masa kolonial Belanda sekitar 1914–1917 juga disebut dalam sejumlah kisah mengenai candi tersebut. Dokumentasi sejarah dan arkeologi diperlukan untuk memastikan tahapan perbaikan serta kondisi bangunan pada periode tersebut.

Jejak Kepercayaan Hindu

Candi Ngetos juga dikaitkan dengan perkembangan kepercayaan Hindu pada masa kerajaan-kerajaan Jawa kuno. Informasi mengenai arca Siwa dan Wisnu yang disebut pernah ditemukan di kawasan candi menjadi salah satu aspek yang menarik untuk ditelusuri lebih lanjut.

Siwa dan Wisnu merupakan dewa penting dalam agama Hindu. Keberadaan unsur keagamaan tersebut dapat menjadi petunjuk untuk memahami kehidupan spiritual dan kebudayaan masyarakat pada masa lalu.

Meski demikian, penjelasan mengenai arca yang pernah ditemukan, fungsi bangunan, serta kaitannya dengan upacara pendharmaan perlu merujuk pada hasil penelitian arkeologi dan dokumentasi resmi.

Warisan Sejarah yang Perlu Dilestarikan

Candi Ngetos memiliki potensi sebagai sarana edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui situs ini, pengunjung dapat mengenal peninggalan arsitektur kuno sekaligus mempelajari perjalanan sejarah Kabupaten Nganjuk dan Jawa Timur.

Pelestarian situs bersejarah membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat setempat, pemerhati sejarah, serta pengunjung. Menjaga kebersihan, tidak merusak struktur bangunan, dan mematuhi ketentuan kunjungan merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya.

Juru kunci Candi Ngetos, Atin Hidayah, menjadi salah satu pihak yang berperan dalam menjaga keberadaan situs tersebut dan pengetahuan lokal yang menyertainya.

Keberadaan Candi Ngetos mengingatkan masyarakat bahwa peninggalan masa lalu bukan sekadar bangunan tua, melainkan bagian dari sejarah dan identitas daerah yang perlu dirawat agar tetap dapat dipelajari oleh generasi mendatang.B

Kontributor: Suwarno |Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Candi NgetosKerajaan MajapahitSejarah NganjukHayam Wuruk
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

5 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...