NGANJUK - BEDAINNEWS.COM — Candi Ngetos di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi salah satu peninggalan sejarah yang dikaitkan dengan Kerajaan Majapahit. Candi berbahan bata merah ini menyimpan jejak perkembangan sejarah, kepercayaan, dan kebudayaan masyarakat Jawa pada masa lampau.
Terletak di kawasan kaki Gunung Wilis, Candi Ngetos memiliki nilai sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Keberadaannya juga menjadi bagian dari kekayaan warisan budaya Kabupaten Nganjuk yang perlu dijaga dan dilestarikan.
Dikaitkan dengan Raja Hayam Wuruk
Candi Ngetos diperkirakan berasal dari masa akhir Kerajaan Majapahit. Dalam tradisi sejarah lokal, bangunan ini dikaitkan dengan Raja Hayam Wuruk atau Sri Rajasanagara, yang memerintah Majapahit pada 1350–1389 Masehi.
Kisah yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa kawasan Ngetos memiliki hubungan dengan rencana pendharmaan sang raja. Namun, hubungan khusus tersebut perlu dipahami sebagai tradisi sejarah lokal yang memerlukan dukungan sumber arkeologis dan kajian sejarah.
Kawasan pegunungan dalam tradisi keagamaan Hindu Jawa kuno memiliki makna spiritual. Hal tersebut menjadi salah satu konteks untuk memahami keberadaan bangunan suci yang tersebar di berbagai wilayah Jawa.
Asal-Usul Nama Ngetos

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Selain dikaitkan dengan Hayam Wuruk, sejarah lokal juga mengenal cerita mengenai Ngatas Angin yang dipercaya memiliki hubungan dengan asal-usul nama Ngetos.
Cerita tersebut menjadi bagian dari tradisi lisan yang berkembang di masyarakat setempat. Meski demikian, perubahan nama dari Ngatas Angin menjadi Ngetos perlu ditelusuri lebih lanjut melalui sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Catatan mengenai upaya pemugaran pada masa kolonial Belanda sekitar 1914–1917 juga disebut dalam sejumlah kisah mengenai candi tersebut. Dokumentasi sejarah dan arkeologi diperlukan untuk memastikan tahapan perbaikan serta kondisi bangunan pada periode tersebut.
Jejak Kepercayaan Hindu
Candi Ngetos juga dikaitkan dengan perkembangan kepercayaan Hindu pada masa kerajaan-kerajaan Jawa kuno. Informasi mengenai arca Siwa dan Wisnu yang disebut pernah ditemukan di kawasan candi menjadi salah satu aspek yang menarik untuk ditelusuri lebih lanjut.
Siwa dan Wisnu merupakan dewa penting dalam agama Hindu. Keberadaan unsur keagamaan tersebut dapat menjadi petunjuk untuk memahami kehidupan spiritual dan kebudayaan masyarakat pada masa lalu.
Meski demikian, penjelasan mengenai arca yang pernah ditemukan, fungsi bangunan, serta kaitannya dengan upacara pendharmaan perlu merujuk pada hasil penelitian arkeologi dan dokumentasi resmi.
Warisan Sejarah yang Perlu Dilestarikan
Candi Ngetos memiliki potensi sebagai sarana edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui situs ini, pengunjung dapat mengenal peninggalan arsitektur kuno sekaligus mempelajari perjalanan sejarah Kabupaten Nganjuk dan Jawa Timur.
Pelestarian situs bersejarah membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat setempat, pemerhati sejarah, serta pengunjung. Menjaga kebersihan, tidak merusak struktur bangunan, dan mematuhi ketentuan kunjungan merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya.
Juru kunci Candi Ngetos, Atin Hidayah, menjadi salah satu pihak yang berperan dalam menjaga keberadaan situs tersebut dan pengetahuan lokal yang menyertainya.
Keberadaan Candi Ngetos mengingatkan masyarakat bahwa peninggalan masa lalu bukan sekadar bangunan tua, melainkan bagian dari sejarah dan identitas daerah yang perlu dirawat agar tetap dapat dipelajari oleh generasi mendatang.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!