MANADO - BEDAINNEWS.COM — Minuman Saraba rempah jadi pilihan favorit warga Kota Manado untuk melepas penat di tengah sejuknya angin malam, Rabu (21/10/2026).
Sajian khas warisan masyarakat Bugis-Makassar ini kian meluas keberadaannya dan menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut interaksi sosial masyarakat di Sulawesi Utara.
Racikan minuman hangat ini menawarkan kombinasi rasa unik yang berasal dari perpaduan jahe emprit, gula aren murni, serta gurihnya santan kelapa.
Dalam beberapa variasi sajian unggulan, minuman ini juga diperkaya dengan campuran kuning telur ayam kampung, kayu manis, cengkeh, serai, hingga daun pandan.
Sajikan Ruang Hangat Silaturahmi dan Interaksi Warga
Menyantap secangkir saraba hangat di malam hari kini menjadi tradisi populer bagi warga lokal usai merampungkan rutinitas kerja harian.
Deretan kedai saraba di sudut Kota Manado tidak hanya menjual kesegaran tubuh, melainkan juga menghadirkan suasana santai untuk mengobrol bersama kolega.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Kehadiran jajanan herbal tradisional ini berhasil menciptakan ruang ruang diskusi hangat yang menghidupkan perekonomian malam daerah.
Perpaduan Tradisi Kuliner Nusantara Yang Menembus Batas Wilayah
Popularitas saraba di Kota Manado membuktikan bahwa kekayaan kuliner Nusantara dapat diterima dengan sangat baik di luar daerah asalnya.
Selagi diolah dengan standar kebersihan tinggi dan penyajian yang menarik, minuman tradisional memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat modern.
Kehangatan racikan jahe dan rempah saraba dipastikan terus menjadi penawar lelah sekaligus simbol keakraban warga Kota Manado sepanjang malam.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!