MANADO - BEDAINNEWS.COM — Sebuah mesin jahit klasik yang tersimpan di dalam rumah seorang ibu penjahit di wilayah Tingkulu, Kota Manado, menjadi saksi bisu perjalanan waktu. Keberadaan benda lama tersebut menjadi pengingat berharga tentang perjuangan panjang masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup melalui keterampilan tangan.
Mesin jahit manual dengan bodi besi berwarna hitam tersebut tampak menua disepuh usia. Cat yang mulai mengelupas dan sejumlah bagian yang memperlihatkan tanda-tanda karat memberikan kesan mendalam bahwa benda itu telah melewati perjalanan panjang menopang hidup pemiliknya, Senin (19/10/2026).
Sarana Mencari Nafkah dan Menopang Keluarga
Di masa lalu, mesin jahit manual merupakan salah satu peralatan vital bagi kehidupan ekonomi masyarakat. Bagi seorang ibu penjahit, mesin seperti ini bukan sekadar alat untuk menyambung potongan kain menjadi pakaian, melainkan sarana utama mencari nafkah demi membantu perekonomian keluarga serta memenuhi kebutuhan pelanggan.
Dengan ketekunan dan keterampilan tangan, lembaran kain sederhana dapat diolah menjadi pakaian yang anggun serta layak digunakan. Pekerjaan menjahit menuntut ketelitian tinggi, kesabaran ekstra, serta kemampuan memahami setiap detail garis jahitan. Dari pundi-pundi hasil menjahit itulah, tak sedikit keluarga yang mampu mempertahankan penghasilan dan membiayai kehidupan sehari-hari.
Secara sepintas, desain mesin tersebut menyerupai mesin jahit klasik yang populer pada masa lampau, termasuk model khas dari merek legendaris Singer. Kendati demikian, merek pasti dan tahun produksinya perlu pemeriksaan lebih mendalam pada bagian logo, nomor seri, serta ciri mekanisnya.
Rekam Jejak Historis di Tengah Modernisasi
Di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan maraknya hadir mesin jahit listrik modern, keberadaan mesin manual lama ini menghadirkan gambaran nyata tentang pergeseran zaman. Peralatan yang dahulu menjadi andalan utama kini memiliki daya tarik tersendiri sebagai benda bernilai kenangan dan bagian tak terpisahkan dari sejarah kehidupan keluarga.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Keberadaan mesin jahit di rumah seorang ibu di Tingkulu ini menjadi pengingat bahwa di balik kesederhanaan sebuah benda tua, tersimpan kisah kerja keras, ketekunan pantang menyerah, dan dedikasi mencari nafkah secara jujur.
Lebih dari sekadar barang antik, mesin tersebut merekam jejak kehidupan masyarakat Kota Manado yang amat berharga dan patut untuk terus dihargai dari generasi ke generasi. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!