PANDEGLANG - BANTEN - BEDAINNEWS.COM — Di tengah gempuran modernisasi, perajin tikar pandan tradisional di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, memilih nekat bertahan merawat warisan leluhur meski hasilnya belum mencukupi ekonomi harian, Senin (28/9/2026).
Ditampung Lewat Bumdes
Bagi warga setempat, menenun anyaman pandan bukan sekadar mata pencaharian, melainkan komitmen moral menjaga kearifan lokal agar tak punah ditelan zaman.
Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadi Harja (40), menyebut pihak desa langsung mengintervensi dengan menampung karya perajin melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
"Pekerjaan ini memang belum begitu memenuhi kebutuhan ekonomi kami. Tapi kami tetap melakukannya karena ini tradisi turun-temurun. Lagi pula, perajin tikar pandan khas seperti ini hanya ada di sini, dan kami menampungnya lewat Bumdes," ujar Wahyu.
Butuh Perhatian Pemerintah
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Warga berharap pemerintah memberikan perhatian lewat pembinaan, permodalan, dan akses pasar agar tradisi unik ini mampu mendongkrak kesejahteraan perajin.
Kontributor: Yayan (Pandeglang - Banten)

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!