Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Ekonomi & Bisnis

Perajin Tikar Pandan Pandeglang Bertahan Ditampung Bumdes

Kontributor: Yayan (Pandeglang - Banten)|Editor: Redaksi Bedain|
Senin, 28 September 2026 pukul 07.12 WIB
|
1 menit baca
Perajin Tikar Pandan Pandeglang Bertahan Ditampung Bumdes
Tikar pandan tradisional di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, sebagai warisan leluhur, Senin (28/9/2026).
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Denyut tradisi pembuatan tikar pandan tradisional masih bertahan kuat di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten. Akt...
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Di tengah gempuran modernisasi, perajin tikar pandan tradisional di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, memilih nekat bertahan...

2

Bagi warga setempat, menenun anyaman pandan bukan sekadar mata pencaharian, melainkan komitmen moral menjaga kearifan lokal agar tak punah ditelan zaman.

3

Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadi Harja (40), menyebut pihak desa langsung mengintervensi dengan menampung karya perajin melalui Badan Usaha Milik Desa...

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PANDEGLANG - BANTEN - BEDAINNEWS.COM — Di tengah gempuran modernisasi, perajin tikar pandan tradisional di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, memilih nekat bertahan merawat warisan leluhur meski hasilnya belum mencukupi ekonomi harian, Senin (28/9/2026).

Ditampung Lewat Bumdes

Bagi warga setempat, menenun anyaman pandan bukan sekadar mata pencaharian, melainkan komitmen moral menjaga kearifan lokal agar tak punah ditelan zaman.

Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadi Harja (40), menyebut pihak desa langsung mengintervensi dengan menampung karya perajin melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

"Pekerjaan ini memang belum begitu memenuhi kebutuhan ekonomi kami. Tapi kami tetap melakukannya karena ini tradisi turun-temurun. Lagi pula, perajin tikar pandan khas seperti ini hanya ada di sini, dan kami menampungnya lewat Bumdes," ujar Wahyu.

Butuh Perhatian Pemerintah

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Warga berharap pemerintah memberikan perhatian lewat pembinaan, permodalan, dan akses pasar agar tradisi unik ini mampu mendongkrak kesejahteraan perajin.

Kontributor: Yayan (Pandeglang - Banten)

Kontributor: Yayan (Pandeglang - Banten)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:PerajinTikarPandanDesa BandungPandeglang - banten
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

2 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...