PANDEGLANG - BEDAINNEWS.COM — Di tengah gempuran modernisasi, penganyam tikar tradisional Enok (52) tak pernah berhenti merajut lembar demi lembar pelepah pandan. Perempuan asal Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten ini tetap setia melestarikan seni anyam tikar tradisional — sebuah kearifan lokal warisan leluhur yang telah ia geluti selama puluhan tahun. Proses pembuatan tikar pandan ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra.
Meski hanya mengandalkan peralatan sederhana, Enok mampu menyulap pelepah pandan liar menjadi kriya berdaya guna dalam kurun waktu lima hari. Prosesnya dimulai dari memanen pelepah pandan, merautnya hingga halus, menjemurnya di bawah terik matahari hingga lentur, sebelum akhirnya dianyam dengan pola yang rapi dan presisi.
Bagi Enok, menganyam bukan sekadar mata pencaharian, melainkan bentuk dedikasi menjaga warisan turun-temurun. Kendati demikian, ia tak menampik adanya keprihatinan mendalam mengenai keberlangsungan tradisi ini di masa depan, terutama mengingat ketersediaan bahan baku alam yang kian menyusut dari waktu ke waktu.
"Ini adalah warisan dari leluhur yang terus kami rawat. Namun, saya juga kerap berpikir sampai kapan tradisi ini bisa bertahan, mengingat bahan pokok tanaman pandan semakin hari semakin berkurang," tutur Enok.
Di balik kekhawatiran tersebut, secercah asa datang dari pemerintah desa setempat. Kini, Enok dan para pengrajin lokal tak lagi pusing memikirkan rantai pemasaran. Kehadiran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hadir memberi angin segar sebagai penampung resmi hasil karya mereka.
"Alhamdulillah, untuk penjualan sekarang jauh lebih mudah. Pihak desa melalui BUMDes siap menampung seluruh hasil anyaman. Jadi, saya bisa lebih fokus berkarya dan memproduksi tikar pandan ini," pungkasnya.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Hadirnya dukungan BUMDes ini diharapkan tidak hanya menopang perekonomian warga, tetapi juga menjadi benteng pertahanan bagi kelestarian seni kriya anyam pandan di Tanah Pandeglang.

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!