Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
LifeStyle

Menjaga Warisan Leluhur, Enok Tekuni Seni Anyam Tikar Pandan Khas Pandeglang

Kontributor: Yayan Rosyansah (Pandeglang)|Editor: Redaksi Bedain|
Jumat, 2 Oktober 2026 pukul 10.30 WIB
|
1 menit baca
Menjaga Warisan Leluhur, Enok Tekuni Seni Anyam Tikar Pandan Khas Pandeglang
Perempuan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten Enok tetap setia melestarikan seni anyam tikar tradisional. Foto: Yayan Rosyansah/bedaiinews.com
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Enok, pengrajin asal Pandeglang, Banten, terus melestarikan tikar pandan tradisional. Dukungan BUMDes membantu pemasaran sekaligus menjaga warisan leluhur.
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Di tengah gempuran modernisasi, penganyam tikar tradisional Enok (52) tak pernah berhenti merajut lembar demi lembar pelepah pandan.

2

Perempuan asal Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten ini tetap setia melestarikan seni anyam tikar tradisional — sebuah kearifan lokal warisan leluhur yang...

3

Proses pembuatan tikar pandan ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PANDEGLANG - BEDAINNEWS.COM — Di tengah gempuran modernisasi, penganyam tikar tradisional Enok (52) tak pernah berhenti merajut lembar demi lembar pelepah pandan. Perempuan asal Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten ini tetap setia melestarikan seni anyam tikar tradisional — sebuah kearifan lokal warisan leluhur yang telah ia geluti selama puluhan tahun. Proses pembuatan tikar pandan ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra.

Meski hanya mengandalkan peralatan sederhana, Enok mampu menyulap pelepah pandan liar menjadi kriya berdaya guna dalam kurun waktu lima hari. Prosesnya dimulai dari memanen pelepah pandan, merautnya hingga halus, menjemurnya di bawah terik matahari hingga lentur, sebelum akhirnya dianyam dengan pola yang rapi dan presisi.

Bagi Enok, menganyam bukan sekadar mata pencaharian, melainkan bentuk dedikasi menjaga warisan turun-temurun. Kendati demikian, ia tak menampik adanya keprihatinan mendalam mengenai keberlangsungan tradisi ini di masa depan, terutama mengingat ketersediaan bahan baku alam yang kian menyusut dari waktu ke waktu.

"Ini adalah warisan dari leluhur yang terus kami rawat. Namun, saya juga kerap berpikir sampai kapan tradisi ini bisa bertahan, mengingat bahan pokok tanaman pandan semakin hari semakin berkurang," tutur Enok.

Di balik kekhawatiran tersebut, secercah asa datang dari pemerintah desa setempat. Kini, Enok dan para pengrajin lokal tak lagi pusing memikirkan rantai pemasaran. Kehadiran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) hadir memberi angin segar sebagai penampung resmi hasil karya mereka.

"Alhamdulillah, untuk penjualan sekarang jauh lebih mudah. Pihak desa melalui BUMDes siap menampung seluruh hasil anyaman. Jadi, saya bisa lebih fokus berkarya dan memproduksi tikar pandan ini," pungkasnya.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Hadirnya dukungan BUMDes ini diharapkan tidak hanya menopang perekonomian warga, tetapi juga menjadi benteng pertahanan bagi kelestarian seni kriya anyam pandan di Tanah Pandeglang.

Kontributor: Yayan Rosyansah (Pandeglang)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:EnokPandeglangBantentikar pandananyaman pandankerajinan tradisionalpengrajin PandeglangUMKM Pandeglangkerajinan Bantenkearifan lokalbudaya Bantenwarisan leluhurBUMDesDesa Bandung PandeglangKecamatan Banjarekonomi kreatifseni anyamanBedain News
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

2 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...