PANDEGLANG - BEDAINNEWS.COM — Di tengah maraknya minuman modern yang praktis dan mudah ditemui, penjual jamu gendong tradisional masih berupaya mempertahankan keberadaannya. Salah satunya Yanti, atau yang akrab disapa Mbak Yanti, peracik sekaligus penjual jamu gendong di Kabupaten Pandeglang.
Setiap hari, Mbak Yanti berjalan menyusuri permukiman warga dengan membawa bakul rotan yang digendong menggunakan selendang. Di dalamnya terdapat sejumlah botol kaca berisi berbagai racikan jamu berbahan rempah alami, seperti kunyit asam, beras kencur, hingga jamu pahitan.
Wilayah yang dijangkau Mbak Yanti tidak hanya perkampungan. Ia juga rutin berkeliling ke kawasan perkantoran pemerintahan, termasuk Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang.
Jamu racikannya diminati berbagai kalangan, mulai dari masyarakat di perkampungan, aparatur sipil negara (ASN), pegawai perkantoran, hingga para anggota DPRD Kabupaten Pandeglang.
Dengan harga Rp4.000 per gelas, jamu yang dijual Mbak Yanti relatif terjangkau. Ia mengatakan seluruh jamu dibuat menggunakan bahan-bahan herbal alami tanpa tambahan bahan pengawet.
"Jamu ini dibuat dari bahan-bahan herbal alami murni tanpa campuran bahan pengawet sedikit pun. Tentu sangat disayangkan apabila tradisi minum jamu yang menyehatkan ini perlahan pudar dan hilang begitu saja tergilas zaman," tuturnya.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Bagi Mbak Yanti, berjualan jamu bukan sekadar pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi upaya mempertahankan tradisi minum jamu yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat, langkah Mbak Yanti menyusuri jalan dengan bakul jamu di punggungnya menjadi gambaran bahwa tradisi jamu gendong masih memiliki tempat di tengah masyarakat.
Melalui ketekunan dan konsistensinya, ia terus menjaga agar warisan kuliner dan pengobatan tradisional Nusantara tersebut tetap dikenal dan tidak hilang di tengah perkembangan zaman.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!