JAKARTA - MEJA REDAKSI
Penulis: Mahmud Marhaba (Pemimpin Redaksi)
BEDAINNEWS.COM — Catatan lapangan kontributor Bedainnews.com hari ini menyajikan dua kontras realitas yang amat menggelitik nurani publik. Di Kabupaten Pandeglang, Banten, Masjid Caringin berdiri tegak menembus zaman sejak sebelum letusan dahsyat Gunung Krakatau 1883, dengan tiang kayu yang tak lapuk dimakan usia.
Sebaliknya, di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, jalan lintas provinsi yang saban hari dilintasi warga dan truk logistik justru kupak-kapik, berlubang, dan digenangi lumpur usai diguyur hujan.
Meja Redaksi Bedainnews.com menilai, perbandingan ini membuka mata kita tentang jaminan mutu dan integritas pembangunan fisik di daerah.
Bangunan masa lalu dengan keterbatasan teknologi mampu bertahan ratusan tahun karena dikerjakan dengan standar kualitas tinggi dan kejujuran material. Sementara itu, proyek infrastruktur modern hari ini—khususnya jalan publik—sering kali cepat hancur dalam hitungan bulan.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Situasi ini mengindikasikan lemahnya pengawasan, dugaan kompromi mutu pengerjaan, hingga perencanaan proyek yang asal jadi demi sekadar menggugurkan kewajiban anggaran. Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan BMBK di seluruh provinsi, harus menghentikan tradisi proyek asal jadi.
Tiga langkah evaluasi tegas wajib dijalankan:
1.Audit Mutu Konstruksi secara Transparan
Libatkan tim independen untuk memeriksa ketebalan dan spesifikasi jalan sebelum serah terima pekerjaan (provision hand over).
2.Sanksi Blacklist Kontraktor Nakal
Putus kontrak dan blacklist perusahaan jasa konstruksi yang hasil pekerjaannya cepat rusak dalam jangka waktu garansi.
3.Pengawasan Berbasis Partisipasi Publik
Buka kanal aduan cepat agar laporan warga terkait jalan rusak langsung direspon sebelum menelan korban jiwa.
Ulasan ini merupakan pandangan resmi Redaksi BEDAINNEWS.COM dalam mengawal isu-isu strategis dan pelayanan public di Nusantara.#

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!