BUKITTINGGI - BEDAINNEWS.COM – Objek Wisata Lobang Jepang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, merupakan kawasan wisata sejarah berupa terowongan bawah tanah yang dibangun pada masa pendudukan Jepang. Kawasan ini menjadi salah satu destinasi yang menawarkan perpaduan wisata sejarah dan pemandangan alam.
Terowongan tersebut dibangun sekitar 1942–1944 dan pada masa itu digunakan sebagai tempat perlindungan atau bunker, jalur logistik, jalur evakuasi hingga penjara. Di dalam kompleks terowongan juga terdapat dapur.
Lobang Jepang berada sekitar 40 meter di bawah permukaan tanah dengan lebar lorong sekitar dua meter. Untuk mencapai pintu masuk, pengunjung harus melewati 132 anak tangga dengan panjang keseluruhan sekitar 250 meter.
Kawasan Taman Wisata Lobang Jepang juga dilengkapi taman yang menyuguhkan pemandangan langsung ke Ngarai Sianok. Lokasinya berada tepat di kawasan bibir Ngarai Sianok sehingga pengunjung dapat menikmati panorama alam setelah mengunjungi kawasan terowongan.
Bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang bersama keluarga, kawasan ini menyediakan sejumlah fasilitas, seperti mushala, toilet, serta taman yang dilengkapi kursi untuk beristirahat dan bersantai menikmati pemandangan.
Pintu masuk ke komplek wisata lobang Jepang. dok : Adjurama/ Bukittinggi
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Agus, salah seorang petugas kebersihan yang telah bekerja selama tiga tahun di Lobang Jepang, bertugas menjaga kebersihan mushala dan toilet yang digunakan pengunjung.
Saat jurnalis mengunjungi kawasan tersebut, sejumlah wisatawan juga terlihat menikmati suasana Taman Wisata Lobang Jepang. Salah satunya Syahrul, wisatawan asal Medan, yang sengaja singgah di Bukittinggi dalam perjalanan dari Bengkulu sebelum kembali ke Medan.
Namun, karena keterbatasan waktu, Syahrul belum sempat masuk ke lorong bawah tanah Lobang Jepang.
"Iya, saya dengan rombongan mampir sebentar ke Bukittinggi, tapi kepepet dengan waktu. Mudah-mudahan bisa kembali lagi ke Kota Bukittinggi, khususnya ke Lobang Jepang lain kali," ujar Syahrul.
Selain kawasan terowongan, Taman Panorama yang berada di kompleks Objek Wisata Lobang Jepang juga dilengkapi taman dan permainan untuk anak-anak.
Di kawasan tersebut terdapat Medan Nan Bapaneh, berupa lapangan yang dilengkapi kursi berbahan batu. Pada hari libur, khususnya Sabtu dan Minggu, kawasan ini kerap digunakan untuk menggelar pentas kesenian.
"Benar, hari Minggu kemarin (11/10/2026) juga ada acara pentas seni," kata Heriyanto, petugas keamanan yang telah bekerja selama dua tahun di Lobang Jepang.
Pemandangan Ngarai Sianok yang indah di panorama lobang jepang. dok : Adjurama/ Bukittinggi
Berkunjung ke Lobang Jepang juga dapat menjadi kesempatan bagi wisatawan untuk membeli oleh-oleh. Di kawasan Taman Panorama terdapat sejumlah gerai yang menjual berbagai cenderamata, seperti alas meja, mukena, lukisan hingga sepatu Datuak atau sandal pemuka adat yang menjadi salah satu produk khas Kota Bukittinggi.
Wisna, salah seorang pedagang suvenir, telah berjualan di kawasan Lobang Jepang sejak 1996. Ia menjalankan usaha tersebut bersama suaminya, Aji Agam, yang juga berprofesi sebagai pelukis dan menjual hasil karyanya di kawasan wisata tersebut.
Selain Aji Agam, terdapat pula Jon, seorang pelukis yang ditemui sedang menyelesaikan lukisannya di gerainya. Jon telah melukis sekaligus menjual karyanya di Lobang Jepang sejak 1992.
Ia memiliki pelanggan tetap di luar Sumatera Barat, antara lain di Medan dan Jakarta, khususnya untuk lukisan yang mengangkat tema Minangkabau dan Sumatera Barat.
Pedagang suvenir lainnya, seperti Asmar dan As, juga menjalankan aktivitas perdagangan di kawasan Lobang Jepang. Mereka setiap hari menunggu kedatangan wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata sejarah tersebut. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!