PADANG - BEDAINNEWS.COM โ Menekuni usaha selama lima tahun bukanlah perkara mudah. Hal itu dijalani Andi, penjual es jeruk murni yang merintis usahanya dari skala kecil pada 2021 di Jalan Pasar Alai, Padang Utara, Kamis (22/10/2026).
Saat pertama kali merintis usaha, Andi hanya membutuhkan sekitar dua kilogram jeruk sebagai bahan baku setiap hari. Namun, berkat ketekunan dan konsistensi dalam menjalankan usaha, kebutuhan jeruknya kini meningkat hingga 20 kilogram per hari.
Bersama sang istri, Andi berupaya menjaga konsistensi rasa es jeruk yang dijualnya. Ketika Andi harus bekerja di luar sebagai sopir, istrinya akan menggantikan untuk melayani pembeli.
โKalau sedang ramai dan hari cerah, alhamdulillah bisa sampai Rp900 ribu. Tapi kalau hujan, kadang omzet hanya sekitar Rp150 ribu,โ ungkap Andi.
Menurut Andi, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penjualan es jeruk. Saat cuaca cerah, pembeli cenderung meningkat, sedangkan hujan dapat membuat omzet turun. Di tengah kondisi kabut asap seperti saat ini, ia juga melihat adanya peningkatan minat pembeli terhadap minuman segar.
Selain menghadapi perubahan jumlah pembeli, Andi juga harus berhadapan dengan kenaikan harga bahan baku jeruk yang mencapai Rp2.000 per kilogram.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Kondisi tersebut membuatnya harus lebih cermat menghitung biaya produksi agar usaha tetap berjalan dan menghasilkan keuntungan. Meski biaya bahan baku meningkat, ia berupaya mempertahankan kualitas dan cita rasa es jeruk murni yang dijualnya.
Kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha minuman seperti Andi. Di satu sisi, biaya produksi bertambah, sementara di sisi lain, kualitas rasa harus tetap terjaga agar pelanggan tidak kecewa.
Bagi Andi, menjaga kualitas merupakan bagian penting dalam mempertahankan usaha yang telah dirintis selama lima tahun. Ia berusaha menjaga cita rasa es jeruk murni di tengah perubahan harga bahan baku dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Perjalanan Andi, dari yang semula hanya membutuhkan dua kilogram jeruk hingga kini mencapai 20 kilogram per hari, menggambarkan perjuangan pelaku usaha kecil dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan bisnisnya di tengah berbagai tantangan.
Di balik segelas es jeruk yang menyegarkan, terdapat kerja keras, perhitungan biaya, serta upaya menjaga kualitas demi mempertahankan kepercayaan pelanggan. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!