PANDEGLANG - BEDAINNEWS.COM — Mendengar namanya, "Kue Balok" mungkin terdengar unik di telinga masyarakat umum. Namun, kuliner tradisional khas di Jalan Raya Labuan Km. 06 Babakan Cikedal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten ini menawarkan cita rasa gurih dan lezat yang memanjakan lidah para penikmatnya, Senin (2/11/2026).
Kuliner legendaris ini terbuat dari olahan singkong pilihan yang ditumbuk halus hingga bertekstur lembut, lalu dipotong menyerupai dadu. Keunikannya makin terasa saat disajikan bersama siraman minyak bawang yang harum serta taburan serundeng kelapa gurih.
Warisan Usaha Keluarga Selama 40 Tahun
Usaha kuliner ini dirintis oleh Ibu Hj. Djamsiah dan kini diteruskan oleh anak bungsunya, Muhammad Nur atau biasa disapa Mumu. Keberadaannya sudah menjadi identitas kuliner yang familiar bagi warga Pandeglang.

Kelezatan kue balok Cikedal Pandeglang warisan 40 tahun Ibu Hj Djamsiah, Senin (2/11/26).dok: Yayan Rosansyah/ Pandeglang
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
"Kami berjualan Kue Balok ini meneruskan usaha orang tua yang sudah berjualan jauh sebelum kami. Kalau dihitung dari generasi awal, tradisi keluarga ini sudah berjalan 40 tahun," ujar Mumu sembari cekatan melayani pembeli.
Bagi pengunjung maupun pengendara yang melintas di kawasan Babakan Cikedal, terasa kurang lengkap jika belum singgah menikmati sepiring Kue Balok hangat.
Menu Sarapan Andalan Pekerja
Kelezatan dan kepraktisannya menjadikan Kue Balok menu favorit untuk mengisi energi sebelum beraktivitas. Salah seorang pelanggan setia, Rodi, mengaku selalu mampir sebelum berangkat bekerja ke area Labuan.
"Kami sering berangkat kerja ke Labuan dan setiap hari selalu mampir untuk sarapan, sekaligus membungkus untuk makan siang. Makan Kue Balok ini lumayan bikin kenyang tahan lama sampai sore karena bahannya dari singkong," tutur Rodi.
Keberadaan Kue Balok tak sekadar menjadi santapan pengganjal perut, tetapi juga bukti keberlanjutan warisan kuliner tradisional yang tetap dicintai masyarakat lintas generasi.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!