MANADO - BEDAINNEWS.COM — Keputusan pemerintah daerah untuk meliburkan aktivitas sekolah akibat krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Manado telah memicu efek domino yang signifikan, salah satunya terhadap operasional dapur gizi nasional.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Teling Bawah, Lingkungan Dua, Kota Manado, terpaksa menghentikan sementara seluruh aktivitas produksinya pada Minggu (18/10/2026).
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada pukul 14.39 WITA, unit dapur umum yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) ini tampak sepi dari aktivitas penyiapan makanan bergizi.
Penutupan sementara ini merupakan dampak langsung dari pemberlakuan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring yang dijadwalkan berlangsung mulai Senin (19/10/2026) hingga Rabu (21/10/2026) malam.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi pemerintah daerah terhadap gangguan distribusi energi yang melumpuhkan mobilitas di wilayah tersebut.
Pegawai pengelola SPPG Teling Bawah, Ferry Legoh, mengonfirmasi bahwa penghentian operasional dapur ini sepenuhnya dipicu oleh kebijakan libur sekolah akibat kelangkaan BBM.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Ia menegaskan bahwa situasi ini bukanlah libur nasional, melainkan kebijakan lokal di daerah terdampak gangguan distribusi energi, serupa dengan kebijakan di Kabupaten Jembrana, Bali, yang juga menerapkan PJJ pada pertengahan Oktober 2026.
"Kebijakan ini merupakan penyesuaian sistem belajar lokal di beberapa daerah yang terdampak gangguan distribusi energi, bukan libur nasional," ujar Ferry Legoh.
Kelangkaan BBM lokal terbukti tidak hanya menghambat mobilitas transportasi siswa dan guru, tetapi juga secara sistematis menghentikan sementara rantai pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Karena layanan makanan bergizi ini memiliki sasaran utama anak sekolah yang didistribusikan secara langsung di lingkungan sekolah, maka ketiadaan aktivitas belajar mengajar tatap muka secara otomatis memaksa penyesuaian jadwal distribusi makanan.
Kondisi penutupan ini juga berpotensi memengaruhi keberlangsungan operasional unit-unit SPPG lainnya di wilayah Manado, seperti unit di Sario Tumpaan, Paal Dua, Kodim 1309, Bengkol, hingga Mapanget. Jika krisis distribusi energi ini berlarut-larut, maka cakupan layanan pemenuhan gizi di berbagai titik di Manado akan terus mengalami ketidakpastian.
Meski demikian, otoritas terkait diharapkan tetap mengawal agar pasokan gizi bagi kelompok rentan lainnya, seperti balita, ibu hamil, serta ibu menyusui, tetap mendapatkan penyesuaian layanan yang optimal sesuai dengan ketentuan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN).B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!