SAMPANG - BEDAINNEWS.COM โ Krisis air bersih di Desa Asemrajeh, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, kembali dirasakan warga. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi akibat musim kemarau, tetapi juga menunjukkan persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih yang berulang.
Tokoh masyarakat setempat, Haji Maki, menyampaikan keluhan warga terkait keterbatasan pasokan air untuk kebutuhan rumah tangga. Menurutnya, pola penyaluran air melalui bantuan tangki belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Sampang melalui BPBD Kabupaten Sampang bekerja sama dengan Perumda Air Minum Tirta Trunojoyo menyalurkan air bersih menggunakan armada tangki secara bergilir ke sejumlah desa yang menjadi prioritas.
Namun, pola distribusi tersebut dinilai warga belum memberikan kepastian. Air disebut hanya tersedia selama sekitar dua hari, kemudian kembali tidak mengalir hingga sekitar satu pekan.
Kondisi tersebut membuat warga Desa Asemrajeh mengambil langkah swadaya dengan membuat tandon air untuk menampung persediaan ketika pasokan dari pemerintah tersedia.
Warga berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan dropping air bersih sebagai solusi saat kemarau, tetapi juga menyiapkan sistem penyediaan air yang lebih berkelanjutan.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Pasalnya, kekeringan di wilayah Madura merupakan kondisi yang berulang setiap tahun. Karena itu, masyarakat membutuhkan solusi jangka panjang agar kebutuhan air bersih tidak terus bergantung pada distribusi air menggunakan truk tangki. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!