SURABAYA - BEDAINNEWS.COM — Area persawahan di Desa Kecepek, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kini mengalami kekeringan ekstrem akibat minimnya intensitas curah hujan. Kondisi tanah yang mengeras secara masif menyulitkan para petani setempat dalam melakukan pengolahan lahan dan persiapan masa tanam, Rabu (14/10/2026).
Ketiadaan sistem irigasi teknis yang memadai di wilayah tersebut menjadi akar permasalahan, yang memaksa petani bergantung sepenuhnya pada pasokan air hujan. Ketika pasokan air hujan terhenti dalam jangka waktu lama, pengolahan tanah terhenti total dan aktivitas pertanian terancam lumpuh sepenuhnya.
Minimnya infrastruktur pengairan ini tidak hanya mengancam produktivitas lahan pertanian, tetapi juga berdampak sistemik terhadap penurunan tingkat pendapatan harian masyarakat penggarap di Kecamatan Menganti.
Para petani sangat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan memberikan solusi pengairan darurat maupun pembangunan saluran irigasi permanen.
Langkah ini dinilai sangat krusial agar keberlangsungan sektor pertanian di Desa Kecepek tidak terus-menerus menjadi korban dari fenomena cuaca ekstrem yang tidak menentu.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!