Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Sorotan

Krisis Air di Kecepek Gresik, Petani Sulit Olah Lahan

Kontributor: Tutuk (Surabaya)|Editor: Redaksi Bedain|
Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 09.11 WIB
|
1 menit baca
Krisis Air di Kecepek Gresik, Petani Sulit Olah Lahan
Sawah di Desa Kecepek, Menganti, Gresik mengering akibat ketiadaan irigasi teknis.dok: Tutuk/ Surabaya
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Tanah mengeras masif! Petani di Desa Kecepek, Menganti, Gresik kini kesulitan olah lahan akibat krisis air ekstrem. Simak selengkapnya!
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Area persawahan di Desa Kecepek, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kini mengalami kekeringan ekstrem akibat minimnya intensitas curah hujan.

2

Kondisi tanah yang mengeras secara masif menyulitkan para petani setempat dalam melakukan pengolahan lahan dan persiapan masa tanam, Rabu (14/10/2026).

3

Ketiadaan sistem irigasi teknis yang memadai di wilayah tersebut menjadi akar permasalahan, yang memaksa petani bergantung sepenuhnya pada pasokan air hujan.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

SURABAYA - BEDAINNEWS.COM — Area persawahan di Desa Kecepek, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kini mengalami kekeringan ekstrem akibat minimnya intensitas curah hujan. Kondisi tanah yang mengeras secara masif menyulitkan para petani setempat dalam melakukan pengolahan lahan dan persiapan masa tanam, Rabu (14/10/2026).

Ketiadaan sistem irigasi teknis yang memadai di wilayah tersebut menjadi akar permasalahan, yang memaksa petani bergantung sepenuhnya pada pasokan air hujan. Ketika pasokan air hujan terhenti dalam jangka waktu lama, pengolahan tanah terhenti total dan aktivitas pertanian terancam lumpuh sepenuhnya.

Minimnya infrastruktur pengairan ini tidak hanya mengancam produktivitas lahan pertanian, tetapi juga berdampak sistemik terhadap penurunan tingkat pendapatan harian masyarakat penggarap di Kecamatan Menganti.

Para petani sangat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan memberikan solusi pengairan darurat maupun pembangunan saluran irigasi permanen.

Langkah ini dinilai sangat krusial agar keberlangsungan sektor pertanian di Desa Kecepek tidak terus-menerus menjadi korban dari fenomena cuaca ekstrem yang tidak menentu.B

Kontributor: Tutuk (Surabaya)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Krisis Air GresikPetani KecepekKekeringan MengantiPertanian Gresiksurabaya
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...