Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Sorotan

Nasib Veteran Perang Mengapung Terabaikan di Pantai Pauh

Kontributor: Yopi Herdiansyah |Editor: Redaksi Bedain|
Minggu, 11 Oktober 2026 pukul 12.57 WIB
|
1 menit baca
Nasib Veteran Perang Mengapung Terabaikan di Pantai Pauh
Kondisi terkini KRI Teluk Bone 511 yang terabaikan tersandar di pantai Pauah Pariaman Minggu (11/10/26). dok : Yopi Herdiansyah/ Padang
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Niat jadi museum, kapal bersejarah KRI Teluk Bone 511 kini malah berkarat dan terbengkalai di Pantai Pauh Pariaman. Mengapa veteran ini disia-siakan?
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Pemandangan miris sekaligus ironis tersaji di pesisir Pantai Pauh, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatra Barat, pada Minggu (11/10/2026).

2

Sebuah onggokan besi raksasa yang dipenuhi karat tebal tampak bersandar tak berdaya di bibir pantai, menjadi saksi bisu atas mangkraknya ambisi besar...

3

Besi berkarat tersebut bukanlah rongsokan biasa, melainkan sosok veteran Perang Dunia II yang sangat bersejarah, yakni KRI Teluk Bone 511.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PARIAMAN - BEDAINNEWS.COM - Pemandangan miris sekaligus ironis tersaji di pesisir Pantai Pauh, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatra Barat, pada Minggu (11/10/2026).

Sebuah onggokan besi raksasa yang dipenuhi karat tebal tampak bersandar tak berdaya di bibir pantai, menjadi saksi bisu atas mangkraknya ambisi besar pembangunan Museum Bahari Terapung.

Besi berkarat tersebut bukanlah rongsokan biasa, melainkan sosok veteran Perang Dunia II yang sangat bersejarah, yakni KRI Teluk Bone 511. Kapal perang legendaris yang pernah membelah samudra ini kini bernasib tragis, terabaikan, dan dibiarkan membusuk tergerus ganasnya ombak serta kejamnya waktu.

Jejak sejarah kapal pendarat tank (Landing Ship Tank/LST) ini sejatinya sangat panjang dan membanggakan. Diproduksi oleh galangan kapal American Bridge Company di Pennsylvania pada 25 September 1944, kapal ini awalnya beroperasi di bawah bendera Amerika Serikat dengan nama USS LST-839.

Pemerintah Amerika Serikat kemudian menyerahkan kapal ini kepada pemerintah Indonesia pada Juli 1970, sebelum akhirnya resmi memperkuat armada tempur TNI Angkatan Laut sejak 12 Desember 1970.

Setelah setia mengabdi dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia selama hampir lima dekade, TNI AL memensiunkan KRI Teluk Bone 511 pada 15 Agustus 2019. Kapal sarat nilai historis ini lantas dihibahkan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman dengan harapan mulia untuk dilestarikan, dan tiba di perairan Pariaman pada akhir September 2023.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Kegagalan Eksekusi Aset dan Ketiadaan Visi Pelestarian Sejarah

Pada mulanya, Pemko Pariaman bertekad menyulap KRI Teluk Bone 511 menjadi Museum Bahari Terapung pertama di Indonesia. Proyek prestisius ini digadang-gadang akan menjadi sarana edukasi sejarah maritim yang interaktif, sekaligus magnet pariwisata baru yang potensial untuk membangkitkan kebanggaan generasi muda terhadap kejayaan laut Nusantara.

Namun, realitas di lapangan justru berbanding terbalik dengan wacana megah tersebut. Hingga saat ini, KRI Teluk Bone 511 teronggok mengenaskan tanpa sentuhan perawatan sedikit pun. Kapal yang seharusnya menjadi monumen hidup ini dibiarkan hancur perlahan akibat korosi parah dan abrasi di pesisir pantai, seolah kehilangan martabatnya sebagai mantan armada tempur negara.

Kegagalan dalam mengeksekusi rencana Museum Bahari Terapung ini secara telanjang mencerminkan buruknya perencanaan strategis, minimnya alokasi anggaran, dan lemahnya tata kelola aset oleh Pemko Pariaman.

Penerimaan hibah aset raksasa tanpa dibarengi kesiapan infrastruktur dan finansial yang matang adalah sebuah kecerobohan birokrasi. Kapal veteran perang yang seharusnya menjadi ikon kebanggaan dan pendongkrak ekonomi daerah, kini justru beralih fungsi menjadi bangkai besi tua berkarat yang tidak hanya mencoreng wibawa pariwisata daerah, tetapi juga berpotensi mencemari ekosistem pesisir setempat.

Jika tidak segera ada intervensi dan evaluasi dari pihak terkait, sejarah panjang KRI Teluk Bone 511 hanya akan terkubur sia-sia di bawah pasir Pantai Pauh. B

Kontributor: Yopi Herdiansyah |Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:KRI Teluk Bone 511Kota PariamanKapal BersejarahTNI AL
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

4 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...