PANDEGLANG - BEDAINNEWS.COM – Dinginnya malam dan padatnya lalu lintas Kota Cilegon menjadi bagian dari keseharian Yanti (37). Selama tujuh tahun, perempuan yang menjadi orang tua tunggal bagi dua anaknya itu berjualan nasi uduk di pinggir Jalan Raya Cilegon–Merak.
Yanti memilih berjualan pada malam hari karena kondisi siang di lokasi jualannya cukup berat. Teriknya matahari, debu, serta padatnya kendaraan yang melintas membuatnya lebih nyaman membuka lapak mulai petang.
“Kami terpaksa berjualan dari pukul 18.30 WIB sampai larut malam. Kalau pagi sampai siang di sini panasnya lumayan dan lalu lintas padat sekali. Berjualan di trotoar selain panas juga ngebul,” tutur Yanti saat ditemui di lapaknya, Jumat (30/10/2026).
Berjualan di ruang publik pada malam hari membuat Yanti harus menghadapi beragam karakter pembeli. Sebagian besar pelanggan yang datang merupakan laki-laki. Interaksi di lapaknya terkadang diwarnai candaan maupun sikap usil dari pembeli.
Namun, Yanti memilih menyikapinya dengan tenang selama candaan tersebut masih dalam batas kewajaran.
“Namanya juga berjualan, pembeli adalah raja. Selagi mereka masih sopan dan bercandanya wajar, kami cukup menyikapinya dengan senyum saja. Ada yang usil, ada juga yang ramah. Yang penting tidak melewati batas,” jelasnya.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Bagi Yanti, berjualan nasi uduk bukan sekadar mencari penghasilan. Aktivitas tersebut menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai kehidupan dan masa depan kedua anaknya.
Setiap malam, ia tetap menjalani aktivitas berjualan meski harus berhadapan dengan suasana jalan yang ramai dan kondisi malam yang tidak selalu nyaman.
Senyum kepada pelanggan menjadi bagian dari cara Yanti menjalani pekerjaannya. Di tengah kerasnya kehidupan di pinggir jalan, ia memilih terus bertahan demi keluarganya. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!