Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Ekonomi & Bisnis

7 Tahun Jual Nasi Uduk Malam, Kisah Ibu Ini Bikin Haru

Kontributor: Yayan Rosyansah (Pandeglang)|Editor: Redaksi Bedain|
Sabtu, 31 Oktober 2026 pukul 12.30 WIB
|
1 menit baca
7 Tahun Jual Nasi Uduk Malam, Kisah Ibu Ini Bikin Haru
Lapak Yanti di Jalan Raya Cilegon–Merak. Foto: Yayan Rosansyah
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Dinginnya malam dan kerasnya jalanan Cilegon tak surutkan Yanti demi hidupi dua anaknya. Simak perjuangan 7 tahun jualan nasi uduk selengkapnya di sini!
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Dinginnya malam dan padatnya lalu lintas Kota Cilegon menjadi bagian dari keseharian Yanti (37).

2

Selama tujuh tahun, perempuan yang menjadi orang tua tunggal bagi dua anaknya itu berjualan nasi uduk di pinggir Jalan Raya Cilegon–Merak.

3

Yanti memilih berjualan pada malam hari karena kondisi siang di lokasi jualannya cukup berat.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PANDEGLANG - BEDAINNEWS.COM – Dinginnya malam dan padatnya lalu lintas Kota Cilegon menjadi bagian dari keseharian Yanti (37). Selama tujuh tahun, perempuan yang menjadi orang tua tunggal bagi dua anaknya itu berjualan nasi uduk di pinggir Jalan Raya Cilegon–Merak.

Yanti memilih berjualan pada malam hari karena kondisi siang di lokasi jualannya cukup berat. Teriknya matahari, debu, serta padatnya kendaraan yang melintas membuatnya lebih nyaman membuka lapak mulai petang.

“Kami terpaksa berjualan dari pukul 18.30 WIB sampai larut malam. Kalau pagi sampai siang di sini panasnya lumayan dan lalu lintas padat sekali. Berjualan di trotoar selain panas juga ngebul,” tutur Yanti saat ditemui di lapaknya, Jumat (30/10/2026).

Berjualan di ruang publik pada malam hari membuat Yanti harus menghadapi beragam karakter pembeli. Sebagian besar pelanggan yang datang merupakan laki-laki. Interaksi di lapaknya terkadang diwarnai candaan maupun sikap usil dari pembeli.

Namun, Yanti memilih menyikapinya dengan tenang selama candaan tersebut masih dalam batas kewajaran.

“Namanya juga berjualan, pembeli adalah raja. Selagi mereka masih sopan dan bercandanya wajar, kami cukup menyikapinya dengan senyum saja. Ada yang usil, ada juga yang ramah. Yang penting tidak melewati batas,” jelasnya.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Bagi Yanti, berjualan nasi uduk bukan sekadar mencari penghasilan. Aktivitas tersebut menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai kehidupan dan masa depan kedua anaknya.

Setiap malam, ia tetap menjalani aktivitas berjualan meski harus berhadapan dengan suasana jalan yang ramai dan kondisi malam yang tidak selalu nyaman.

Senyum kepada pelanggan menjadi bagian dari cara Yanti menjalani pekerjaannya. Di tengah kerasnya kehidupan di pinggir jalan, ia memilih terus bertahan demi keluarganya. B

Kontributor: Yayan Rosyansah (Pandeglang)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Kisah InspiratifNasi Uduk CilegonPerjuangan IbuBerita CilegonPandeglang-Banten
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

4 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...