SANGIHE - BEDAINNEWS.COMโ Bertahan menjalankan usaha kecil di tengah himpitan ekonomi dan pesatnya persaingan membutuhkan kesabaran ekstra serta rasa syukur yang mendalam. Realita inilah yang dilakoni oleh Sors (49), warga Kampung Petta Barat, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Kamis (5/11/2026).
Pria yang telah menekuni usaha jasa ganti ban, isi angin, hingga tambal ban dalam maupun tubeless (cuples) sejak tahun 2010 ini merasakan betul dinamika pasang surut pendapatan dari lapak sederhananya.
Setelah kurang lebih 16 tahun mengandalkan usahanya sebagai tumpuan ekonomi keluarga, Sors mengaku ada penurunan omzet harian yang cukup drastis jika dibandingkan dengan masa awal ia merintis usaha.
Tergerus Menjamurnya Usaha Serupa
Jika pada tahun-tahun sebelumnya Sors masih sanggup mengantongi pendapatan bersih berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari, kini untuk mendapatkan Rp100 ribu sehari saja ia harus bersabar menunggu kedatangan pelanggan.
Penyebab utamanya tak lain adalah kian menjamurnya usaha bengkel dan tambal ban baru di sepanjang wilayah Kecamatan Tabukan Utara, sehingga jumlah pengendara yang menjadi langganannya kini mulai terbagi.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
"Kalau dulu hanya tempat saya yang punya bengkel ganti dan tambal ban, apalagi khusus tambal cuples, jadi sehari masih bisa mendapatkan Rp200 ribu hingga Rp300 ribu. Kalau sekarang untung-untungan mendapatkan Rp100 ribu per hari karena sudah ada beberapa orang di Kecamatan Tabukan Utara yang membuka usaha seperti saya," tutur Sors di sela-sela kesibukannya menambal ban sepeda motor konsumen.
Tetap Tekun dan Bersyukur di Tengah Lonjakan Biaya Hidup
Kendati pendapatannya tergerus dan dihadapkan pada kenaikan harga kebutuhan pokok sehari-hari, Sors enggan patah semangat. Ia memilih untuk terus konsisten membuka bengkelnya dan memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan yang datang.
Bagi Sors, pasang surut penghasilan merupakan bagian dari risiko usaha yang harus diterima dengan lapang dada.
Selama masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk bekerja mencari rezeki yang halal, usaha tambal ban yang telah menopang hidupnya selama belasan tahun tersebut akan terus ia pertahankan.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!