SANGIHE - BEDAINNEWS.COM — Gelombang kenaikan harga kebutuhan pokok tidak hanya menghantam sektor rumah tangga, melainkan turut menggerus pendapatan para pedagang kecil di daerah.
Tantangan ekonomi tersebut dirasakan langsung oleh Mas Heri, seorang perantau asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang mencari nafkah sebagai penjual es krim keliling di Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selasa (13/10/2026) pagi.
Ditemui di sela aktivitasnya di depan SMP Negeri 2 Tabukan Utara, Heri menuturkan bahwa dinamika usahanya kini jauh lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Penurunan Pendapatan Bersih Harian
Selain persaingan jumlah pedagang yang semakin ketat, kenaikan harga berbagai barang di pasaran memicu penurunan daya beli masyarakat. Kondisi ini berdampak langsung pada perolehan pendapatan bersih harian yang ia bawa pulang ke rumah.
"Kalau tahun-tahun sebelumnya saya bisa bawa pulang untung bersih sekitar Rp100 ribu sehari, sekarang rata-rata hanya berkisar Rp50 ribu, sesekali baru dapat Rp60 ribu," ungkap Heri.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Rute Keliling Antar-Kecamatan Demi Keluarga
Demi mengais rezeki, Heri memulai rutinitasnya sejak pukul 08.30 WITA selepas keluar dari rumah kontrakannya di Kampung Petta Barat, Kecamatan Tabukan Utara. Pada jam sekolah, ia menyasar kawasan sekitar lembaga pendidikan untuk menawarkan dagangannya kepada para pelajar.
Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan berkeliling menembus terik matahari, tidak hanya terbatas di Tabukan Utara, melainkan hingga menjangkau wilayah Kecamatan Kendahe.
Di balik peluh dan tantangan ekonomi yang kian menantang, Heri tetap bertahan demi istri dan anak-anaknya yang menunggu di kampung halaman Sragen. Harapannya sederhana, roda perekonomian segera pulih agar daya beli masyarakat kembali bergairah dan dagangannya laris seperti masa lalu.
Bagi Heri, ramainya pembeli bukan sekadar soal meraup untung lebih, melainkan kepastian dapur keluarga tetap mengepul di tanah perantauan.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!