BUKITTINGGI - BEDAINNEWS.COM - Hujan deras yang mengguyur Kota Bukittinggi pada Minggu (18/10/2026) memaksa sejumlah pengendara sepeda motor memilih menepi. Mereka berteduh di sebuah kedai bakso sederhana di Jalan Dr. Hamka, Kelurahan Pakan Kurai.
Di balik kepulan aroma gurih dan hangatnya semangkuk bakso yang disajikan, tersimpan jejak perjuangan panjang Katijoโpria yang akrab disapa Pak Lekโdalam menembus keterbatasan demi masa depan buah hatinya.
Merintis Usaha dari Gerobak Keliling
Perjalanan hidup Pak Lek menapaki dunia usaha dimulai sejak tahun 1986. Berbekal gerobak dorong yang dibantu sahabatnya, Pak Narjo, ia merintis usaha penjualan bakso dari nol dengan menjajakannya secara keliling kota.
Setelah kurang lebih 40 tahun menguras keringat mengelilingi sudut-sudut Bukittinggi, Pak Lek akhirnya memilih untuk berjualan secara menetap 13 tahun lalu hingga saat ini. Sebuah kedai sederhana di pinggir jalan, tepat di seberang simpang Jalan Situpo Raya, kini menjadi tempatnya menyambung hidup. Perjalanan puluhan tahun itu jelas tidak pernah lepas dari ujian.
Pak Lek mengenang bagaimana dirinya kerap menerima cemoohan dan cibiran dari sebagian pelanggan hanya karena memancangkan cita-cita setinggi langit: menyekolahkan anak-anaknya hingga ke bangku perguruan tinggi. Namun, ia memilih tak ambil pusing dan terus membanting tulang, dikuatkan oleh dorongan semangat dari seorang guru SMA 5 Bukittinggi yang memercayai mimpinya.

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Buah Ketekunan dan Doa yang Terjawab
Kerja keras tanpa henti itu kini membuahkan hasil nan manis. Anak laki-lakinya telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan kini bertugas sebagai dokter spesialis saraf di salah satu rumah sakit ternama di Bukittinggi.
Sementara itu, anak perempuannya tengah menempuh pendidikan dokter spesialis di Yogyakarta.
Pilar perjuangan keluarga ini makin kokoh berkat pendamping hidupnya, Mbak Sri. Sang istri yang sebelumnya berjualan jamu gendong keliling kini telah memodifikasi usahanya menggunakan sepeda motor. Keduanya bahu-membahu menopang ekonomi keluarga demi memastikan pendidikan anak-anak mereka tuntas.
Dengan mata yang berkaca-kaca saat mengenang getir manis perjalanan hidupnya, Pak Lek menyampaikan pesan mendalam bagi generasi muda agar tidak mudah menyerah saat berhadapan dengan kesulitan hidup.
"Serahkan saja semuanya kepada Allah SWT, tugas kita hanya berusaha dengan tekun dan baik," ungkap Pak Lek dengan nada tenang.
Kisah Pak Lek menjadi bukti nyata bahwa jenis pekerjaan bukanlah ukuran besar kecilnya sebuah cita-cita. Lewat ketekunan, dukungan keluarga, serta doa yang meliturgi di setiap sujud, perjuangan sederhana dapat membuka jalan terang menuju masa depan yang jauh lebih baik.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!