INDRAMAYU - JAWA BARAT - BEDAINNEWS.COM - Usia yang semakin menua tak selalu menjadi alasan untuk berhenti bekerja. Di Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, seorang perempuan bernama Karyati masih setia berjualan lauk pauk demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Di atas meja sederhana, beragam lauk pauk tersusun dalam nampan dan wadah plastik. Ada makanan berbumbu hingga lauk yang dibungkus daun pisang. Dagangan itu menjadi sumber penghasilan yang ia harapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan hidupnya.
Setiap hari, Karyati mulai berjualan sekitar pukul 14.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Selama enam jam, ia menjalani aktivitasnya sambil menanti pembeli yang datang. Waktu terus berjalan, sementara harapan agar dagangannya laku tetap menyertai setiap hari yang dilaluinya.
Namun, pembeli tidak selalu ramai. Ada kalanya dagangan diminati, tetapi tak jarang pula suasana terasa sepi. Meski demikian, keadaan tersebut tidak membuat Karyati begitu saja menghentikan usahanya. Ia memilih tetap berjualan, karena dari sanalah ia berupaya mendapatkan penghasilan.
โWalaupun pembeli tidak begitu ramai, saya tetap berjualan. Alhamdulillah, meskipun hasilnya tidak seberapa, lumayan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,โ tutur Karyati.
Ucapan sederhana itu menggambarkan perjuangan yang mungkin kerap luput dari perhatian. Bagi sebagian orang, hasil penjualan yang tidak seberapa mungkin terasa kecil. Namun, bagi Karyati, setiap rupiah yang diperoleh memiliki arti untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Di usianya yang kian menua, mencari nafkah bukan perkara ringan. Meski begitu, ia tetap berusaha menjalani pekerjaannya dengan tekun. Baginya, selama masih mampu berjualan, kesempatan untuk mendapatkan rezeki tetap patut diupayakan.
Kehidupan sebagai pedagang lauk pauk juga mengajarkan kesabaran. Ia harus menerima kenyataan bahwa pendapatan tidak selalu sama setiap hari. Ketika pembeli sepi, ia tetap bertahan dengan harapan akan ada orang yang datang membeli dagangannya.
Kisah Karyati menjadi potret kehidupan masyarakat kecil yang terus berjuang di tengah kebutuhan hidup. Tidak semua orang dapat menikmati masa tua dengan beristirahat sepenuhnya. Ada yang masih harus bekerja, mengandalkan tenaga dan kemampuan yang tersisa demi menjaga keberlangsungan hidup.
Dari meja dagangan sederhananya di Desa Sukaslamet, tersimpan kisah tentang ketekunan, kesabaran, dan arti kemandirian. Ia tidak sedang mengejar kemewahan, melainkan berusaha agar kebutuhan sehari-hari tetap dapat terpenuhi.
Perjuangan itu mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki makna mendalam. Sebab, di balik dagangan yang ditata dan waktu panjang untuk menunggu pembeli, ada harapan yang terus dijaga. Meski usia semakin senja dan pembeli tak selalu ramai, semangat untuk mencari rezeki tetap menyala.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!