Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News โ€” Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Ekonomi & Bisnis

Di Usia 72 Tahun, Saripudin Tetap Jajakan Mainan Keliling

Kontributor: Yayan Rosyansah|Editor: Redaksi Bedain|
Senin, 26 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB
|
1 menit baca
Di Usia 72 Tahun, Saripudin Tetap Jajakan Mainan Keliling
๐Ÿš€ SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Diusia 72 tahun, Kakek Saripudin asal Pandeglang gigih berjualan mainan keliling. Tolak belas kasihan, pilih cari nafkah halal demi kehormatan.
โšก 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Di tengah hiruk-pikuk dinamika kehidupan modern, keteguhan mental dan semangat hidup dari kalangan masyarakat kecil tetap memancarkan keteladanan.

2

Salah satunya ditunjukkan oleh M.

3

Saripudin (72), seorang warga lanjut usia di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PANDEGLANG - BEDAINNEWS.COM - Di tengah hiruk-pikuk dinamika kehidupan modern, keteguhan mental dan semangat hidup dari kalangan masyarakat kecil tetap memancarkan keteladanan. Salah satunya ditunjukkan oleh M. Saripudin (72), seorang warga lanjut usia di Kabupaten Pandeglang, Banten. Pada usia yang telah senjaโ€”saat kebanyakan orang seusianya memilih untuk beristirahatโ€”kakek renta ini justru tetap setia menyusuri jalanan demi menjajakan mainan anak-anak untuk menyambung hidup dari hasil keringatnya sendiri.

Prinsip hidup yang dipegang teguh oleh Saripudin patut menjadi contoh. Meski keterbatasan fisik akibat usia lanjut tidak lagi dapat dimungkiri, ia menolak keras untuk berpangku tangan atau menggantungkan hidup pada belas kasihan orang lain.

"Kami tidak ingin menerima belas kasihan dari siapa pun, selagi kami masih bisa berikhtiar dan mencari nafkah dengan halal," ujar Saripudin.

Setiap hari, dengan langkah kaki yang kian perlahan dan postur tubuh yang kian membungkuk, Saripudin tetap gigih membawa barang dagangannya berkeliling demi mengumpulkan rupiah demi rupiah. Tak ada keluhan yang terlontar dari bibirnya yang telah berkerut. Baginya, kehormatan dan harga diri seorang kepala rumah tangga serta pekerja jauh lebih bernilai daripada sekadar meminta-minta di jalanan.

Kisah perjuangan Saripudin menjadi refleksi mendalam sekaligus suntikan motivasi bagi generasi muda yang sering kali mudah mengeluh dalam menghadapi kerasnya tantangan hidup. Di balik garis-garis kerutan di wajahnya, tersirat filosofi hidup yang kokoh: kemuliaan seorang manusia terletak pada kesungguhan usaha dan kerja kerasnya, bukan pada ketergantungan atas belas kasihan sesama.

Kehadiran sosok pekerja keras seperti Saripudin di ruang publik sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat luas mengenai makna hakiki dari ketulusan berjuang. Diharapkan kisah inspiratif ini tidak hanya menyentuh nurani para pembaca, tetapi juga mampu mengetuk kepedulian berbagai pihak untuk senantiasa menghargai dan mendukung para pekerja lansia yang terus berjuang menjaga martabat hidup mereka di usia renta.B

๐Ÿ“ฒ KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp
Kontributor: Yayan Rosyansah|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Kakek SaripudinLansia Pekerja KerasPandeglang BantenCari Nafkah HalalKisah Inspiratif
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS โ€ข GoPay โ€ข OVO โ€ข Dana โ€ข ShopeePay
โœจ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...