BUKITTINGGI - BEDAINNEWS.COM ā Di balik riuk pikuk pusat wisata Jam Gadang, Kota Bukittinggi, tersimpan kisah keteguhan seorang perempuan paruh baya bernama Martini (56). Selama 15 tahun terakhir, ia pantang menyerah menembus kesibukan Pasar Atas untuk menjajakan nasi bungkus daun demi menopang ekonomi keluarga, Senin (2/11/2026).
Sejak sang suami yang bekerja sebagai petani berpulang tiga tahun lalu, Martini resmi menjadi tulang punggung utama. Seluruh beban pengasuhan dan biaya hidup kelima anaknya kini berada di pundaknya, termasuk sang anak bungsu yang saat ini duduk di kelas 4 Sekolah Dasar.
Menjaga Kualitas dan Harga Terjangkau
Dengan berjalan kaki dari toko ke toko, Martini menyusuri koridor pasar membawa kemasan nasi daun yang dikenal beraroma harum dan nikmat. Ia menawarkan dua variasi harga yang sangat merakyat, yakni Rp13.000 untuk lauk telur dan ikan teri, serta Rp15.000 untuk pilihan lauk dendeng atau ayam lengkap dengan tumisan kentang.

Aneka lauk pauk yang dijajakan Martini di seputaran Jam gadang Bukittinggi, Senin (2/11/26).dok: Adjurama Gustijah/ Bukittinggi
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Kapasitas jualan harian pun sengaja dibatasi demi menyesuaikan fisik dan kekuatan tenaganya saat menyusuri sudut-sudut jalanan pasar.
"Saya bawa nasi bungkus daun sebanyak 50 bungkus setiap harinya. Saya tidak bisa bawa lebih, karena terlalu berat saat membawanya. Alhamdulillah jualan nasi bungkus daun saya selalu habis diserbu pelanggan," kata Martini penuh syukur.
Pesan Modal Hidup Bagi Generasi Muda
Melihat dinamika sosial saat ini, Martini menyayangkan sikap sebagian anak muda yang dinilai mudah menyerah dan terlalu menonjolkan gengsi dalam mencari nafkah.
"Anak muda sekarang banyak manja dan terlalu gengsi menjalani kehidupan ini, padahal kalau mereka menjalani dengan penuh semangat, Inshaa Allah mereka akan lebih sukses," tutup Martini dengan senyum hangat.
Kisah Martini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, kejujuran, dan ketulusan seorang ibu mampu mengalahkan segala keterbatasan demi masa depan anak-anaknya.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!