Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News โ€” Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Ekonomi & Bisnis

Bertahan di Tanah Rantau, Warung Kecil Jadi Tumpuan Hidup

Kontributor: Ade Nur|Editor: Redaksi Bedain|
Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 12.12 WIB
|
1 menit baca
Bertahan di Tanah Rantau, Warung Kecil Jadi Tumpuan Hidup
Di usia 60 tahun, Tumorang masih tekun berjualan di sebuah warung sederhana di Desa Wirakanan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Foto: Ade/ bedainnews.com
๐Ÿš€ SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Meski diminta pulang ke Sumatra, Ibu Tumorang memilih bertahan di Indramayu. Apa rahasia ketegarannya di usia senja? Simak kisahnya!
โšก 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Di usia 60 tahun, Tumorang masih tekun berjualan di sebuah warung sederhana di Desa Wirakanan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

2

Perempuan asal Sumatra itu telah menetap di Indramayu selama sekitar 30 tahun dan tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

3

Di warung kecilnya, Tumorang menjajakan kopi saset dan minuman dingin bagi warga maupun pengendara yang singgah.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

INDRAMAYU - BEDAINNEWS.COM โ€“ Di usia 60 tahun, Tumorang masih tekun berjualan di sebuah warung sederhana di Desa Wirakanan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Perempuan asal Sumatra itu telah menetap di Indramayu selama sekitar 30 tahun dan tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Di warung kecilnya, Tumorang menjajakan kopi saset dan minuman dingin bagi warga maupun pengendara yang singgah. Usaha tersebut menjadi salah satu sumber penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selama tinggal di Indramayu, Tumorang mengaku nyaman dengan kehidupan yang dijalaninya. Meski saudara-saudaranya menyarankan agar ia kembali ke Sumatra, ia memilih bertahan di tanah perantauan.

โ€œWalaupun saudara menyuruh saya pulang ke Sumatra, saya tidak mau. Indramayu sudah seperti rumah sendiri. Saya ingin tetap di sini dan berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,โ€ ujarnya.

Baginya, berjualan merupakan cara untuk tetap mandiri dan memenuhi kebutuhan hidup melalui hasil kerja sendiri. Ia pun terus menjalankan usaha kecilnya meski usianya telah memasuki masa senja.

Setelah sekitar tiga dekade tinggal di Indramayu, Ibu Tumorang telah menjadikan daerah tersebut sebagai tempat untuk melanjutkan hidup. Jauh dari kampung halaman, ia tetap berusaha mempertahankan penghidupannya melalui warung sederhana yang dikelolanya. B

๐Ÿ“ฒ KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp
Kontributor: Ade Nur|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Kisah InspiratifPerantau SumatraIndramayuPerjuangan Hidup
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS โ€ข GoPay โ€ข OVO โ€ข Dana โ€ข ShopeePay
โœจ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...