LINGGA - BEDAINNEWS.COM, LINGGA — Keunggulan mutu dan jaminan keamanan pangan menjadi kunci utama kesuksesan Kerupuk Udang DEPATI produksi rumahan di Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga. Selain lezat, produk kuliner lokal ini diproduksi murni tanpa menggunakan bahan pengawet sintesis, Senin (19/10/2026).
Pemilik usaha, Tasipudin, menjelaskan bahwa bahan baku yang digunakan sangat sederhana dan alami, yakni campuran tepung tapioka, gula, udang segar pilihan, penyedap rasa, garam, serta air. Proses pengolahannya dilakukan secara teliti dengan waktu perebusan hingga dua jam demi menghasilkan kematangan sempurna.
Jaminan Sertifikasi SNI dan Halal
Untuk memberikan rasa aman serta meningkatkan kepercayaan konsumen, Kerupuk Udang DEPATI telah mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), sertifikasi Halal resmi, serta kelengkapan izin usaha. Produk berkualitas premium ini dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, yakni Rp80.000 per kilogram.
"Alhamdulillah, satu bulan maksimal kita bisa hasilkan 300 kilogram. Tanpa bahan pengawet," jelas Tasipudin.
Menggerakkan Ekonomi dan Mengangkat Kesejahteraan Warga
Kehadiran usaha olahan udang ini juga berdampak positif terhadap perputaran ekonomi warga sekitar Desa Penuba. Tasipudin saat ini mempekerjakan 10 orang karyawan lokal dengan sistem upah harian yang disesuaikan dengan beban kerja.
"Upah karyawan kita hitung per hari, nilainya bervariasi tergantung hasil pemotongan, kopek (pengupasan), dan proses perebusannya," pungkasnya.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Kerupuk Udang DEPATI menjadi potret keberhasilan ekonomi kerakyatan di mana potensi lokal mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus melahirkan produk berdaya saing tinggi.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!