BANGKA SELATAN - BEDAINNEWS.COM — Musim kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berdampak serius pada sektor pertanian.
Berdasarkan pantauan Bedainnews.com di lapangan Kamis (29/10/26), hektaran lahan persawahan di Kecamatan Pulau Besar mengalami kekeringan ekstrem hingga permukaan tanah tampak retak-retak akibat krisis pasokan air.
Kondisi tanah yang mengeras dan mengering tersebut memaksa para petani lokal gigit jari. Ketiadaan air membuat aktivitas pembajakan tanah untuk persiapan musim tanam padi mendatang belum bisa dilakukan.
Ancaman Tunda Musim Tanam
Bagi masyarakat Pulau Besar yang menggantungkan hidup pada sektor agraris, ketersediaan air menjadi urat nadi utama.
Jika hujan tak kunjung turun dalam beberapa pekan ke depan, proses pengolahan lahan dipastikan semakin tertunda dan mengancam jadwal panen warga.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Situasi ini membutuhkan perhatian tanggap dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Langkah mitigasi, seperti bantuan pemompaan air maupun rekayasa irigasi darurat, sangat dinantikan guna mengatasi kekeringan yang kian meluas.
Fenomena tanah retak di Pulau Besar ini menjadi gambaran nyata betapa rentannya ketahanan pangan lokal menghadapi ancaman perubahan cuaca dan musim kemarau panjang di wilayah Bangka Selatan.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!