Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Sorotan

Krisis Air! Lahan Sawah Pulau Besar Retak, Petani Terancam

Kontributor: Herwandi (Bangka Selatan - Babel)|Editor: Redaksi Bedain|
Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 08.31 WIB
|
1 menit baca
Krisis Air! Lahan Sawah Pulau Besar Retak, Petani Terancam
Kemarau panjang di Bangka Selatan, tanah sawah Pulau Besar retak- retak, Kamis (29/10/26). Dok: Herwandi/ Bangka Selatan
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Tanah mengeras, air hilang! Lahan pertanian di Pulau Besar mengalami kekeringan ekstrem. Bagaimana nasib ketahanan pangan warga Bangka Selatan?
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Musim kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berdampak serius pada sektor pertanian.

2

Berdasarkan pantauan Bedainnews.com di lapangan Kamis (29/10/26), hektaran lahan persawahan di Kecamatan Pulau Besar mengalami kekeringan ekstrem hingga...

3

Kondisi tanah yang mengeras dan mengering tersebut memaksa para petani lokal gigit jari.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

BANGKA SELATAN - BEDAINNEWS.COM — Musim kemarau berkepanjangan yang melanda Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berdampak serius pada sektor pertanian.

Berdasarkan pantauan Bedainnews.com di lapangan Kamis (29/10/26), hektaran lahan persawahan di Kecamatan Pulau Besar mengalami kekeringan ekstrem hingga permukaan tanah tampak retak-retak akibat krisis pasokan air.

Kondisi tanah yang mengeras dan mengering tersebut memaksa para petani lokal gigit jari. Ketiadaan air membuat aktivitas pembajakan tanah untuk persiapan musim tanam padi mendatang belum bisa dilakukan.

Ancaman Tunda Musim Tanam

Bagi masyarakat Pulau Besar yang menggantungkan hidup pada sektor agraris, ketersediaan air menjadi urat nadi utama.

Jika hujan tak kunjung turun dalam beberapa pekan ke depan, proses pengolahan lahan dipastikan semakin tertunda dan mengancam jadwal panen warga.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Situasi ini membutuhkan perhatian tanggap dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Langkah mitigasi, seperti bantuan pemompaan air maupun rekayasa irigasi darurat, sangat dinantikan guna mengatasi kekeringan yang kian meluas.

Fenomena tanah retak di Pulau Besar ini menjadi gambaran nyata betapa rentannya ketahanan pangan lokal menghadapi ancaman perubahan cuaca dan musim kemarau panjang di wilayah Bangka Selatan.B

Kontributor: Herwandi (Bangka Selatan - Babel)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Kemarau PanjangSawah Pulau BesarBangka SelatanKrisis Air PertanianKetahanan Pangan
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...