Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Berita

Krisis BBM Palu: Antrean Solar Mengular, Sopir Truk Menjerit

Kontributor: Muhammad Agus (Palu – Sulteng)|Editor: Redaksi Bedain|
Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 01.09 WIB
|
1 menit baca
Krisis BBM Palu: Antrean Solar Mengular, Sopir Truk Menjerit
Pantaun disejumlah SPBU Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Selawesi Tengah sejak semalam, Senin (19/10/2026). Doc. Muhammad Agus, Bedain News
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Kelangkaan Pertalite dan Solar di Kota Palu picu antrean panjang hingga 5 jam. Warga resah, distribusi terhambat. Simak kondisi terbarunya!
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Kondisi kelangkaan serta antrean panjang kendaraan yang membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar...

2

Antrean kendaraan bermotor roda dua hingga truk angkutan barang tampak mengular di sejumlah titik strategis.

3

Salah satu pemandangan terparah terpantau di SPBU Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PALU - BEDAINNEWS.COM — Kondisi kelangkaan serta antrean panjang kendaraan yang membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Palu masih terus berlanjut hingga pertengahan Oktober 2026, Selasa (20/10/2026).

Antrean kendaraan bermotor roda dua hingga truk angkutan barang tampak mengular di sejumlah titik strategis. Salah satu pemandangan terparah terpantau di SPBU Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Kondisi tersebut tidak hanya menghambat efisiensi aktivitas warga sehari-hari, tetapi juga memicu kemacetan arus lalu lintas di sekitar area SPBU. Para pengendara terpaksa mengorbankan waktu berjam-jam hanya demi mendapatkan jatah pasokan bahan bakar.

Sopir Truk Mengantre Dini Hari Hingga Lima Jam

Yayan, salah seorang pengemudi truk, mengungkapkan keluh kesahnya akibat lambatnya proses pengisian Solar. Ia mengaku telah tertahan dan mengantre selama lima jam di lokasi, namun belum juga mendapatkan giliran akibat padatnya armada truk yang mengular.

"Saya menunggu antrean selama lima jam dan belum mendapatkan giliran karena padatnya truk yang mengisi Solar. Bahkan jika dibandingkan dengan teman sesama sopir truk, ada yang sudah mengantrekan kendaraannya sejak subuh," ujar Yayan saat diwawancarai di lokasi.

Keluhan serupa disampaikan oleh para pengendara sepeda motor. Mereka mengaku harus menunggu hingga satu jam lebih hanya untuk mengisi BBM jenis Pertalite. Akibat antrean yang terlalu panjang dan melelahkan, sebagian pengendara memilih berbalik arah dan terpaksa membeli bensin eceran di kios-kios pinggir jalan dengan harga lebih mahal.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Belum Ada Keterangan Resmi dari Pihak Terkait

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina maupun instansi Pemkot Palu terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah konkret penanganan atas krisis kelangkaan BBM yang kian meresahkan warga ini.

Masyarakat dan para pelaku usaha transportasi sangat berharap pemerintah segera mendistribusikan pasokan tambahan agar urat nadi perekonomian di Kota Palu dapat kembali berjalan normal.B

Kontributor: Muhammad Agus (Palu – Sulteng)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:BBM PaluKelangkaan SolarAntrean SPBU PaluPertalite LangkaKota Palu
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...