PALU - BEDAINNEWS.COM — Kondisi kelangkaan serta antrean panjang kendaraan yang membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Palu masih terus berlanjut hingga pertengahan Oktober 2026, Selasa (20/10/2026).
Antrean kendaraan bermotor roda dua hingga truk angkutan barang tampak mengular di sejumlah titik strategis. Salah satu pemandangan terparah terpantau di SPBU Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.
Kondisi tersebut tidak hanya menghambat efisiensi aktivitas warga sehari-hari, tetapi juga memicu kemacetan arus lalu lintas di sekitar area SPBU. Para pengendara terpaksa mengorbankan waktu berjam-jam hanya demi mendapatkan jatah pasokan bahan bakar.
Sopir Truk Mengantre Dini Hari Hingga Lima Jam
Yayan, salah seorang pengemudi truk, mengungkapkan keluh kesahnya akibat lambatnya proses pengisian Solar. Ia mengaku telah tertahan dan mengantre selama lima jam di lokasi, namun belum juga mendapatkan giliran akibat padatnya armada truk yang mengular.
"Saya menunggu antrean selama lima jam dan belum mendapatkan giliran karena padatnya truk yang mengisi Solar. Bahkan jika dibandingkan dengan teman sesama sopir truk, ada yang sudah mengantrekan kendaraannya sejak subuh," ujar Yayan saat diwawancarai di lokasi.
Keluhan serupa disampaikan oleh para pengendara sepeda motor. Mereka mengaku harus menunggu hingga satu jam lebih hanya untuk mengisi BBM jenis Pertalite. Akibat antrean yang terlalu panjang dan melelahkan, sebagian pengendara memilih berbalik arah dan terpaksa membeli bensin eceran di kios-kios pinggir jalan dengan harga lebih mahal.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Belum Ada Keterangan Resmi dari Pihak Terkait
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina maupun instansi Pemkot Palu terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah konkret penanganan atas krisis kelangkaan BBM yang kian meresahkan warga ini.
Masyarakat dan para pelaku usaha transportasi sangat berharap pemerintah segera mendistribusikan pasokan tambahan agar urat nadi perekonomian di Kota Palu dapat kembali berjalan normal.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!