JAKARTA - Jakarta— Kanselir Jerman Friedrich Merz memastikan dirinya tetap memimpin pemerintahan meski partai pendukungnya, Christian Democratic Union (CDU), dihantam kekalahan telak dalam pemilihan daerah.
Merz menegaskan tidak akan meletakkan jabatan dan berjanji menyelesaikan program pembenahan ekonomi nasional di tengah tekanan politik yang kian memuncak. Dalam pemungutan suara di Mecklenburg-Western Pomerania, perolehan suara CDU merosot tajam ke kisaran 4,9% hingga 5,5%.
Hasil ini membuat partai berhaluan konservatif tersebut gagal melampaui batas minimum 5% untuk mengamankan kursi di parlemen lokal—sebuah rekor terburuk bagi CDU sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Merz secara terbuka mengagendakan evaluasi atas perolehan yang ia sebut sebagai bencana politik ini. Pergeseran dukungan publik memberi keuntungan signifikan bagi kubu oposisi di dua wilayah kunci: Mecklenburg-Western Pomerania: Partai kanan jauh Alternative for Germany (AfD) memimpin perolehan suara di angka 37%–38%, mengungguli Social Democratic Party (SPD) yang mengumpulkan 35,5%–36,5%.
Berlin: Partai kiri jauh Die Linke berada di posisi teratas dengan 24,5%–26% suara berkat dorongan isu pembatasan biaya sewa hunian. CDU berada di posisi kedua dengan 20%, sedangkan AfD melesat ke kisaran 13,5%–16%.
Desakan mundur terus disuarakan oleh pimpinan AfD, Tino Chrupalla dan Alice Weidel, yang menilai publik telah kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah pusat. Kendati demikian, Merz menyatakan bahwa situasi ekonomi Jerman yang sedang stagnan membutuhkan keteguhan kepemimpinan.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Tantangan Merz kian berat akibat munculnya keretakan di internal koalisi. Tokoh SPD, Manuela Schwesig, menolak usulan reformasi sistem pensiun yang diajukan pemerintah pusat. Ketegangan ini dipicu oleh akumulasi ketidakpuasan masyarakat terhadap lonjakan tarif energi, keterjangkauan rumah tinggal, kebijakan imigrasi, serta rencana penyesuaian sektor perpajakan dan kesehatan.

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!