Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Berita

Kanselir Friedrich Merz Enggan Mundur Usai Kekalahan CDU

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain|
Senin, 21 September 2026 pukul 14.51 WIB
|
1 menit baca
Kanselir Friedrich Merz Enggan Mundur Usai Kekalahan CDU
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
BERLIN — Kanselir Jerman Friedrich Merz memastikan
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Merz menegaskan tidak akan meletakkan jabatan dan berjanji menyelesaikan program pembenahan ekonomi nasional di tengah tekanan politik yang kian memuncak.

2

Dalam pemungutan suara di Mecklenburg-Western Pomerania, perolehan suara CDU merosot tajam ke kisaran 4,9% hingga 5,5%.

3

Hasil ini membuat partai berhaluan konservatif tersebut gagal melampaui batas minimum 5% untuk mengamankan kursi di parlemen lokal—sebuah rekor terburuk bagi...

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

JAKARTA - Jakarta— Kanselir Jerman Friedrich Merz memastikan dirinya tetap memimpin pemerintahan meski partai pendukungnya, Christian Democratic Union (CDU), dihantam kekalahan telak dalam pemilihan daerah.

Merz menegaskan tidak akan meletakkan jabatan dan berjanji menyelesaikan program pembenahan ekonomi nasional di tengah tekanan politik yang kian memuncak. Dalam pemungutan suara di Mecklenburg-Western Pomerania, perolehan suara CDU merosot tajam ke kisaran 4,9% hingga 5,5%.

Hasil ini membuat partai berhaluan konservatif tersebut gagal melampaui batas minimum 5% untuk mengamankan kursi di parlemen lokal—sebuah rekor terburuk bagi CDU sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Merz secara terbuka mengagendakan evaluasi atas perolehan yang ia sebut sebagai bencana politik ini. Pergeseran dukungan publik memberi keuntungan signifikan bagi kubu oposisi di dua wilayah kunci: Mecklenburg-Western Pomerania: Partai kanan jauh Alternative for Germany (AfD) memimpin perolehan suara di angka 37%–38%, mengungguli Social Democratic Party (SPD) yang mengumpulkan 35,5%–36,5%.

Berlin: Partai kiri jauh Die Linke berada di posisi teratas dengan 24,5%–26% suara berkat dorongan isu pembatasan biaya sewa hunian. CDU berada di posisi kedua dengan 20%, sedangkan AfD melesat ke kisaran 13,5%–16%.

Desakan mundur terus disuarakan oleh pimpinan AfD, Tino Chrupalla dan Alice Weidel, yang menilai publik telah kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah pusat. Kendati demikian, Merz menyatakan bahwa situasi ekonomi Jerman yang sedang stagnan membutuhkan keteguhan kepemimpinan.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Tantangan Merz kian berat akibat munculnya keretakan di internal koalisi. Tokoh SPD, Manuela Schwesig, menolak usulan reformasi sistem pensiun yang diajukan pemerintah pusat. Ketegangan ini dipicu oleh akumulasi ketidakpuasan masyarakat terhadap lonjakan tarif energi, keterjangkauan rumah tinggal, kebijakan imigrasi, serta rencana penyesuaian sektor perpajakan dan kesehatan.

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:MerzWestern PomeraniaPartaiKanselir Jerman FriedrichJAKARTA
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...