PEKANBARU - RIAU - BEDAINNEWS.COM — Masih langkanya usaha pembibitan pisang metode kultur jaringan di wilayah Pekanbaru dilirik sebagai peluang bisnis menjanjikan oleh Rages, pemuda berusia 22 tahun. Ia memberanikan diri merintis laboratorium usaha pembibitan pisang mandiri di Jalan SMA, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Selasa (29/9/2026).
Modal Pengalaman dan Pendidikan Vokasi
Keberanian Rages terjun ke bisnis pertanian modern ini bukan tanpa alasan. Ia mengandalkan bekal latar belakang pendidikan dari SMK Pertanian Kota Pekanbaru serta pengalaman kerja di perusahaan pembibitan.
Tak hanya itu, ia juga sempat menimba ilmu langsung melalui program magang di Dinas Pertanian Provinsi Riau sebelum mantap mendirikan usahanya sendiri.
"Di usia muda ini, saya ingin membuktikan bahwa sektor pertanian punya prospek besar jika dikelola dengan ilmu dan teknologi yang tepat," ujar Rages.
Sediakan Bibit Unggul bagi Petani
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Langkah inovatif ini diharapkan dapat menjawab kelangkaan bibit pisang berkualitas tinggi sekaligus mempermudah akses para petani lokal di wilayah Pekanbaru dan Kampar. Rages optimistis usahanya mampu mendongkrak produktivitas komoditas pisang daerah lewat jaminan bibit yang bebas penyakit dan seragam.
Langkah ini memberikan momentum strategis bagi keberlanjutan program jangka panjang. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam memantau perkembangan terkini melalui kanal resmi bedainnews.com. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!