INDRAMAYU - BEDAINNEWS.COM — Masyarakat Karangsinom mengikuti tradisi adat Unjungan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Blaklak, Kamis (15/10/2025). Kegiatan itu menjadi bagian dari melestarikan adat istiadat sekaligus menjaga warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Unjungan bukan sekadar kegiatan adat, melainkan tradisi yang mengandung nilai kebersihan, rasa syukur, dan penghormatan kepada orang-orang yang telah mendahului.
Melalui kegiatan itu, masyarakat berkumpul untuk mempererat tali silaturahmi serta memanjatkan doa bagi orang tua, keluarga, dan saudara yang telah meninggal dunia.
Dalam sambutannya, Kuwu Uun Roenah menyampaikan, Unjungan memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat. "Tradisi ini menjadi kesempatan untuk berkumpul, berbagi, dan mengenang jasa para leluhur yang telah menjadi bagian dari perjalanan kehidupan keluarga dan masyarakat," ujarnya.
Inti dari kegiatan Unjungan ini, lanjutnya, adalah berbagi, bersilaturahmi, dan bersama-sama mendoakan orang tua, keluarga, serta saudara yang telah mendahului. "Melalui tradisi ini, kita bisa terus menjaga kebersihan sekaligus menghormati para leluhur," ujarnya.
Selain menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur, Unjungan juga mengandung pesan kehidupan bagi masyarakat. Keberadaan makam menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia tidak berlangsung selamanya, sehingga setiap orang hendaknya senantiasa berbuat baik, menjaga hubungan dengan sesama, dan menghargai perjalanan hidup para pendahulu.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Nilai-nilai tersebut menjadikan Unjungan sebagai tradisi yang tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga sosial dan budaya. Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi salah satu cara masyarakat mempertahankan identitas lokal di tengah perkembangan zaman.
Uun Roenah juga mengajak masyarakat untuk menjadikan kegiatan Unjungan sebagai momentum memperkuat persatuan dan memanjatkan doa bagi kebaikan bersama. Doa tidak hanya ditujukan kepada para leluhur, tetapi juga untuk keselamatan masyarakat serta kelancaran penyelenggaraan pemerintahan desa dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.
"Melalui Unjungan ini, mari kita bersama-sama mendoakan para pendahulu, seluruh masyarakat, serta memohon agar pemerintah desa diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Semoga tradisi ini terus terjaga dan menjadi pengingat bagi kita semua," tuturnya.
Pelaksanaan Unjungan di TPU Blaklak Karangsinom menjadi gambaran bahwa adat istiadat masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat. Tradisi ini mengajarkan nilai penghormatan, kebersamaan, dan kepedulian yang perlu terus dipelihara.
Dengan menjaga tradisi Unjungan, masyarakat turut merawat warisan budaya leluhur agar tidak hilang ditelan zaman. Diharapkan, generasi muda dapat mengenal, memahami, dan meneruskan tradisi tersebut sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal yang patut dibanggakan. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!