Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Meja Redaksi

Ironi Cabai: Konsumen dan Petani Menjerit, Siapa Meraup Cuan?

Kontributor: Mahmud Marhaba|Editor: Redaksi Bedain|
Minggu, 27 September 2026 pukul 09.34 WIB
|
1 menit baca
Ironi Cabai: Konsumen dan Petani Menjerit, Siapa Meraup Cuan?
Mahmud Marhaba (Pemred BEDAINNEWS.COM)
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Ulasan Meja Redaksi Bedainnews bongkar ketimpangan harga cabai Pengandaran, Palu, dan Sangihe serta solusi tata niaga pangan
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Oleh; Mahmud Marhaba (Pemred BEDAINNEWS .

2

Laporan pantauan langsung kontributor Bedainnews.com dari berbagai wilayah Nusantara memotret jurang ketimpangan komoditas cabai yang sangat memprihatinkan.

3

Di perkebunan Pengandaran, Jawa Barat, para petani terancam tekor akibat harga petik anjlok di bawah biaya operasional.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

JAKARTA - MEJA REDAKSI

Oleh; Mahmud Marhaba (Pemred BEDAINNEWS.COM)

BEDAINNEWS.COM — Laporan pantauan langsung kontributor Bedainnews.com dari berbagai wilayah Nusantara memotret jurang ketimpangan komoditas cabai yang sangat memprihatinkan.

Di perkebunan Pengandaran, Jawa Barat, para petani terancam tekor akibat harga petik anjlok di bawah biaya operasional. Sebaliknya, pantauan di pasar tradisional Palu, Sulawesi Tengah, hingga Naha, Kepulauan Sangihe, memperlihatkan fluktuasi harga cabai eceran yang masih melambung tinggi dan membebani daya beli masyarakat. Fenomena paradoksal ini terus berulang tanpa pola pembenahan yang konkret.

Meja Redaksi Bedainnews.com menilai, masalah mendasar dari persoalan ini bukan sekadar faktor iklim atau kegagalan panen semata, melainkan bobroknya rantai tata niaga dan distribusi pangan. Ada jurang pasokan yang terlalu lebar antara harga di tingkat tapak tani dengan meja konsumen. Situasi ini diperparah oleh rantai distribusi tengkulak yang terlalu panjang serta ketiadaan sistem penyangga stok (buffer stock) di tingkat daerah. Akibatnya, petani dan konsumen sama-sama menjadi korban dari permainan rantai pasok yang tidak sehat.

Pemerintah Daerah bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan tidak boleh lagi menggunakan pendekatan pemadam kebakaran yang hanya sibuk saat gejolak terjadi.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Tiga langkah strategis harus segera dieksekusi:

1.Pembangunan Gudang Pendingin (Cold Storage)

Pemda wajib membangun sarana pendingin di sentra produksi agar hasil panen tidak membusuk dan dapat dilepas saat pasokan langka.

2.Penyerapan Hasil Panen oleh BUMD

Dorong BUMD Pangan atau Koperasi Tani membeli langsung hasil panen dengan harga acuan terendah (floor price) yang adil.

3.Pemangkasan Rantai Pasok

Distribusikan pasokan cabai secara langsung dari daerah surplus ke daerah defisit tanpa melalui perantara berlapis.

Ulasan ini merupakan pandangan resmi Redaksi BEDAINNEWS.COM dalam mengawal isu-isu strategis dan pelayanan publik di Nusantara.#

Kontributor: Mahmud Marhaba|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Meja Redaksiharga cabaipetani cabai Pengandaranpasar cabai Palucabai SangiheMahmud MarhababedainnewsJAKARTA
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...