BANGKA SELATAN - BEDAINNEWS.COM — Hutan lindung laut di Bangka Selatan seluas kurang lebih 100 hektare dilaporkan mati dan mengering secara masif, Jumat (30/10/2026).
Kerusakan ekosistem pesisir yang cukup parah tersebut terjadi di kawasan Dusun Tangit, wilayah yang berbatasan langsung dengan area persawahan Desa Pergam.
Kondisi memprihatinkan tersebut diduga kuat dipicu oleh kombinasi kemarau panjang serta fenomena masuknya pasang air laut ke kawasan vegetasi darat.
Resapan air asin yang merembes ke area sekitar dikhawatirkan dapat merusak kesuburan tanah dan mengancam produktivitas lahan pertanian milik warga lokal.
Ancaman Intrusi Air Laut Terhadap Lahan Persawahan Warga
Kerusakan fisik ribuan pohon yang mengering di kawasan hutan lindung laut menjadi sinyal bahaya bagi keberlanjutan lingkungan hidup pesisir.
Fenomena pasang air laut yang meluap ke area persawahan berpotensi menaikkan kadar salinitas tanah sehingga dapat memicu kegagalan panen padi masyarakat.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Persoalan ini tidak hanya mengancam kelestarian vegetasi pelindung pantai, tetapi juga membayangi mata pencaharian para petani di Desa Pergam.
Langkah mitigasi darurat diperlukan agar dampak intrusi air laut tidak merusak kawasan pertanian pangan yang menjadi tumpuan ekonomi warga.
Masyarakat Mendesak Langkah Cepat Instansi Lingkungan Hidup
Melihat skala kerusakan yang meluas, warga setempat berharap pemerintah daerah beserta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera melakukan verifikasi lapangan.
Pemeriksaan laboratorium serta analisis ilmiah mendalam sangat dibutuhkan untuk memastikan penyebab utama kematian mendadak vegetasi hutan tersebut.
Penanganan terpadu antara dinas lingkungan dan instansi kehutanan menjadi kunci penting dalam menahan laju kerusakan ekosistem pesisir.
Penyelamatan kawasan konservasi laut dan persawahan harus menjadi prioritas utama demi menjaga keseimbangan lingkungan serta keselamatan pangan daerah. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!