Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Sorotan

Darurat! Hutan Lindung Laut Bangka Selatan Mengering Masif

Kontributor: Herwandi (Bangka Selatan – Bangka Belitung)|Editor: Redaksi Bedain|
Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 06.01 WIB
|
1 menit baca
Darurat! Hutan Lindung Laut Bangka Selatan Mengering Masif
Hutan lindung laut di kawasan Dusun Tangit, Desa Pergam, Bangka Selatan terancam punah, Jumat (30/10/2026). Doc: Herwandi, Bedain News
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Hutan lindung laut di Bangka Selatan mengering masif akibat kemarau dan intrusi air laut. Ekosistem pesisir dan sawah warga kini dalam ancaman serius!
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Kerusakan ekosistem pesisir yang cukup parah tersebut terjadi di kawasan Dusun Tangit, wilayah yang berbatasan langsung dengan area persawahan Desa Pergam.

2

Kondisi memprihatinkan tersebut diduga kuat dipicu oleh kombinasi kemarau panjang serta fenomena masuknya pasang air laut ke kawasan vegetasi darat.

3

Resapan air asin yang merembes ke area sekitar dikhawatirkan dapat merusak kesuburan tanah dan mengancam produktivitas lahan pertanian milik warga lokal.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

BANGKA SELATAN - BEDAINNEWS.COM — Hutan lindung laut di Bangka Selatan seluas kurang lebih 100 hektare dilaporkan mati dan mengering secara masif, Jumat (30/10/2026).

Kerusakan ekosistem pesisir yang cukup parah tersebut terjadi di kawasan Dusun Tangit, wilayah yang berbatasan langsung dengan area persawahan Desa Pergam.

Kondisi memprihatinkan tersebut diduga kuat dipicu oleh kombinasi kemarau panjang serta fenomena masuknya pasang air laut ke kawasan vegetasi darat.

Resapan air asin yang merembes ke area sekitar dikhawatirkan dapat merusak kesuburan tanah dan mengancam produktivitas lahan pertanian milik warga lokal.

Ancaman Intrusi Air Laut Terhadap Lahan Persawahan Warga

Kerusakan fisik ribuan pohon yang mengering di kawasan hutan lindung laut menjadi sinyal bahaya bagi keberlanjutan lingkungan hidup pesisir.

Fenomena pasang air laut yang meluap ke area persawahan berpotensi menaikkan kadar salinitas tanah sehingga dapat memicu kegagalan panen padi masyarakat.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Persoalan ini tidak hanya mengancam kelestarian vegetasi pelindung pantai, tetapi juga membayangi mata pencaharian para petani di Desa Pergam.

Langkah mitigasi darurat diperlukan agar dampak intrusi air laut tidak merusak kawasan pertanian pangan yang menjadi tumpuan ekonomi warga.

Masyarakat Mendesak Langkah Cepat Instansi Lingkungan Hidup

Melihat skala kerusakan yang meluas, warga setempat berharap pemerintah daerah beserta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera melakukan verifikasi lapangan.

Pemeriksaan laboratorium serta analisis ilmiah mendalam sangat dibutuhkan untuk memastikan penyebab utama kematian mendadak vegetasi hutan tersebut.

Penanganan terpadu antara dinas lingkungan dan instansi kehutanan menjadi kunci penting dalam menahan laju kerusakan ekosistem pesisir.

Penyelamatan kawasan konservasi laut dan persawahan harus menjadi prioritas utama demi menjaga keseimbangan lingkungan serta keselamatan pangan daerah. B

Kontributor: Herwandi (Bangka Selatan – Bangka Belitung)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Hutan Lindung LautBangka SelatanIntrusi Air LautKerusakan Ekosistem
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...