Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Berita

Langka! Harga Pertalite Eceran di Pidie Tembus Rp13 Ribu

Kontributor: Iskandar (Pidie - Aceh)|Editor: Redaksi Bedain|
Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 09.13 WIB
|
1 menit baca
Langka! Harga Pertalite Eceran di Pidie Tembus Rp13 Ribu
Barisan botol Pertalite eceran di sebuah kios di Mutiara Timur, Pidie, Aceh, Selasa (20/10/2026). Doc. Iskandar, Bedain News
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Harga Pertalite eceran di Pidie melonjak hingga Rp13.000 per liter. Sulitnya antre di SPBU bikin pedagang terpaksa naikkan harga. Simak alasannya!
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Kondisi ini terjadi di wilayah Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh, Selasa (20/10/2026).

2

Lonjakan harga bahan bakar eceran bersubsidi tersebut dipicu oleh keterbatasan stok serta panjangnya antrean di SPBU resmi yang membuat para pedagang kecil...

3

Salah seorang pengecer BBM di Mutiara Timur, Fajri (nama samaran), mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa menjual Pertalite seharga Rp13.000 per liter untuk...

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PIDIE - BEDAINNEWS.COM — Harga Pertalite eceran di Pidie tembus tiga belas ribu rupiah per liter akibat makin sulitnya pasokan bahan bakar minyak dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kondisi ini terjadi di wilayah Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh, Selasa (20/10/2026).

Lonjakan harga bahan bakar eceran bersubsidi tersebut dipicu oleh keterbatasan stok serta panjangnya antrean di SPBU resmi yang membuat para pedagang kecil kesulitan mendapatkan pasokan harian.

Salah seorang pengecer BBM di Mutiara Timur, Fajri (nama samaran), mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa menjual Pertalite seharga Rp13.000 per liter untuk menutup biaya operasional dan kesulitan pengeritan.

"Harga jual Pertalite eceran sekarang Rp13.000 per liter. Hal ini dipicu sulitnya mendapatkan Pertalite dari SPBU," ujar Fajri saat diwawancarai, Selasa.

Perjuangan Pengecer Antre Hingga Larut Malam

Fajri menjelaskan, untuk memperoleh beberapa liter Pertalite, para pedagang eceran tidak lagi bisa membeli langsung secara mudah di SPBU. Banyak di antara mereka yang harus mengandalkan rekan rantai pasok yang rela mengantre hingga larut malam.

Proses pengadaan yang memakan waktu dan tenaga ekstra tersebut berimbas langsung pada penyesuaian harga jual di tingkat konsumen akhir di pedesaan.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

"Kami harus mendapatkan pasokan dari teman yang rela antre di SPBU sampai larut malam. Makanya harga jual di warung eceran terpaksa kami sesuaikan," tambahnya.

Masyarakat Berharap Normalisasi Pasokan BBM

Kenaikan harga BBM eceran ini menambah beban biaya transportasi harian warga di Kecamatan Mutiara Timur, terutama bagi pengendara yang jauh dari jangkauan SPBU utama.

Masyarakat Kabupaten Pidie berharap pihak Pertamina dan dinas terkait dapat segera menormalisasi distribusi serta meningkatkan pengawasan pasokan Pertalite ke SPBU setempat agar harga bahan bakar tetap terjangkau dan stabil.B

Kontributor: Iskandar (Pidie - Aceh)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Pertalite EceranKelangkaan BBMPidie AcehHarga Pertalite
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...