Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Ekonomi & Bisnis

Cabai di Manado Langka! Harga Sempat Tembus Rp250 Ribu Per Kg

Kontributor: Inggrid (Manado - Sulut) |Editor: Redaksi Bedain|
Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 09.03 WIB
|
1 menit baca
Cabai di Manado Langka! Harga Sempat Tembus Rp250 Ribu Per Kg
Harga cabai di Pasar Pinasungkulan Manado tembus Rp185 ribu per kg imbas kemarau panjang, Rabu (21/10/26). Dok: Inggrid/ Manado
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Kemarau panjang picu kelangkaan cabai di Manado! Harga melonjak hingga Rp250 ribu per kg, mengancam usaha kuliner dan daya beli masyarakat.
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Fluktuasi harga cabai rawit (rica) di Pasar Pinasungkulan Karombasan, Kecamatan Wanea, Manado, masih membubung tinggi.

2

Pantauan media di lokasi pada Rabu (21/10/2026) pukul 11.00 WITA menunjukkan pasar tradisional terbesar Kota Manado tersebut nampak sepi pembeli.

3

Harga cabai rawit sempat menembus angka fantastis Rp230.000 hingga Rp250.000 per kilogram sebelum akhirnya merosot ke kisaran Rp185.000 per kilogram.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

MANADO - BEDAINNEWS.COM — Fluktuasi harga cabai rawit (rica) di Pasar Pinasungkulan Karombasan, Kecamatan Wanea, Manado, masih membubung tinggi.

Pantauan media di lokasi pada Rabu (21/10/2026) pukul 11.00 WITA menunjukkan pasar tradisional terbesar Kota Manado tersebut nampak sepi pembeli.

Harga cabai rawit sempat menembus angka fantastis Rp230.000 hingga Rp250.000 per kilogram sebelum akhirnya merosot ke kisaran Rp185.000 per kilogram.

Sementara itu, harga komoditas bawang merah terpantau bertahan stabil pada angka Rp45.000 per kilogram di tingkat pedagang eceran harian.

"Kalau harga terlalu mahal, tidak ada masyarakat yang mau membeli," ujar salah satu pedagang pasar, Ahmat, Rabu (21/10/2026).

Kemarau Panjang Pemicu Kelangkaan Pasokan dan Ancam Usaha Kuliner

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Kelangkaan pasokan cabai terjadi akibat gelombang kemarau panjang yang memicu kekeringan tanah pertanian di berbagai wilayah Sulawesi Utara harian.

Kondisi tanah yang keras membuat para petani lokal kesulitan mengolah lahan panen sehingga pasokan pasokan komoditas rempah ke pasar berkurang drastis.

Seorang pengunjung pasar, Rina, mendesak pemerintah daerah segera mengintervensi harga pasar demi menyelamatkan keberlangsungan usaha kuliner khas Manado yang identik pedas.

Melonjaknya harga bumbu dapur harian ini secara langsung menurunkan daya beli masyarakat sekaligus mengancam omzet penjualan para pedagang pasar tradisional.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera menggelar operasi pasar murah guna menstabilkan harga pasokan pangan pokok di Kota Manado.B

Kontributor: Inggrid (Manado - Sulut) |Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Harga Cabai ManadoKelangkaan CabaiKemarau PanjangBerita Manado
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...