Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Ekonomi & Bisnis

Bahan Pokok Palu Melonjak, Harga Masakan Naik 100 Persen

Kontributor: Ibrahim Aji (Palu - Sulteng)|Editor: Redaksi Bedain|
Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 04.36 WIB
|
1 menit baca
Bahan Pokok Palu Melonjak, Harga Masakan Naik 100 Persen
Randy (35), pedagang masakan di Jalan Bantilan, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Jum'at (23/10/2026). Doc: Ibrahim Aji, Bedain News.
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Harga bahan pokok di Palu melonjak tajam! Pedagang kuliner terpaksa naikkan harga hingga 100% demi bertahan. Bagaimana dampaknya bagi warga?
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Harga bahan pokok melonjak di Kota Palu hingga memaksa para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM ) kuliner menaikkan harga jual, Jumat (23/10/2026).

2

Lonjakan harga komoditas bahan baku utama di pasar tradisional tersebut dikeluhkan oleh sejumlah pedagang masakan harian di kawasan Palu Barat.

3

Salah seorang pedagang masakan jadi di Jalan Bantilan, Randy (35), mengaku harus merogoh modal harian jauh lebih dalam demi menjaga kelangsungan usahanya.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PALU - BEDAINNEWS.COM, PALU — Harga bahan pokok melonjak di Kota Palu hingga memaksa para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner menaikkan harga jual, Jumat (23/10/2026).

Lonjakan harga komoditas bahan baku utama di pasar tradisional tersebut dikeluhkan oleh sejumlah pedagang masakan harian di kawasan Palu Barat.

Salah seorang pedagang masakan jadi di Jalan Bantilan, Randy (35), mengaku harus merogoh modal harian jauh lebih dalam demi menjaga kelangsungan usahanya.

Bahan baku utama seperti cabai rawit dan sayur-mayur mengalami kenaikan tajam hingga mendongkrak modal belanja harian usahanya hampir 200 persen.

Penyesuaian Harga Porsi Masakan dan Turunnya Daya Beli Warga

Modal belanja harian yang sebelumnya berada di kisaran Rp3,8 juta kini membengkak signifikan akibat gejolak harga komoditas pangan di pasar.

Kondisi berat tersebut memaksa Randy melakukan penyesuaian harga jual menu masakan siap saji demi menutupi lonjakan biaya operasional harian.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Satu porsi masakan yang sebelumnya dijual seharga Rp5.000 kini terpaksa ia naikkan menjadi Rp10.000 per porsi.

Penyesuaian harga porsi ini berimbas langsung pada merosotnya jumlah pembeli jika dibandingkan dengan periode sebelum kenaikan harga bahan pokok terjadi.

Pangkas Target Keuntungan Demi Kelangsungan Usaha Kuliner

Pria yang telah menggeluti usaha masakan siap saji sejak tahun 2009 ini mengaku tidak lagi memikirkan margin keuntungan besar.

Strategi bertahan menjadi satu-satunya pilihan realistis agar lapak usahanya di Jalan Bantilan dapat terus beroperasi melayani pelanggan harian.

"Saat ini kita tidak lagi mengejar keuntungan besar, yang penting usaha bisa tetap bertahan," ungkap Randy.

Merosotnya omzet harian akibat sepinya pembeli menjadi ujian berat bagi para pedagang kecil di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.B

Kontributor: Ibrahim Aji (Palu - Sulteng)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Harga Bahan Pokok PaluUMKM KulinerKenaikan Harga SembakoEkonomi Palu
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

3 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...