SANGIHE - BEDAINNEWS.COM — Tingginya biaya operasional bahan baku kini membayangi keberlanjutan tradisi pandai besi di Kampung Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Kepulauan Sangihe, Kamis (15/10/26).
Meskipun permintaan pasar sangat tinggi, para perajin mengeluhkan mahalnya harga arang sebagai bahan pemanas utama dalam proses penempaan besi.
Bahan baku besi didatangkan dari Surabaya seharga Rp26.000 per kilogram, sementara arang dibeli dari pengepul lokal seharga Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram.
Tingginya harga pasokan arang dari pihak ketiga tersebut secara signifikan memangkas margin keuntungan yang diperoleh para perajin tradisional.
Perlu Perhatian Pemerintah Daerah
Perajin besi Lenganeng, Waladin, berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat memberikan perhatian serta solusi terkait tata kelola pasokan bahan baku.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
"Kami sangat berharap bantuan pemerintah dalam penyediaan arang dengan harga terjangkau agar meringankan biaya produksi harian," ujar Waladin pada Kamis.
Dukungan nyata dari pemerintah daerah dinilai krusial untuk menjaga napas keberlanjutan warisan budaya leluhur yang telah menjadi tumpuan hidup warga setempat.
Pemberdayaan bahan baku murah diharapkan mampu menjaga kelangsungan kerajinan Lenganeng di tengah gempuran modernisasi dan mahalnya biaya operasional.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!