PIDIE - BEDAINNEWS.COM - Grup zikir dari Gampong Paloh Tok Dhue, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh, menghadirkan sebuah terobosan segar dalam dunia seni islami. Mereka secara kreatif memadukan kekhusyukan alunan zikir dengan harmonisasi musik tradisional, menciptakan sebuah medium dakwah yang tidak hanya religius, tetapi juga kental akan nilai kultural.
Kelompok zikir yang berada di bawah naungan Dayah Nurul Faizin Al Aziziyah pimpinan Tgk. Jazuli Abu Bakar ini secara berani mengombinasikan irama dinamis dari rebana, rapai, serta gendang.
Perpaduan ketiga instrumen ini menghasilkan ritme magis yang mampu membangkitkan spiritualitas sekaligus merawat identitas budaya lokal Aceh yang perlahan mulai rentan terpinggirkan oleh arus modernisasi.
Pimpinan grup zikir, Tgk. Mufdal, mengarahkan langsung 10 santri berbakat dalam mengemas metode dakwah religius ini.
Langkah taktis ini diambil agar syiar Islam semakin relevan dan diminati oleh masyarakat luas, khususnya kalangan generasi muda yang membutuhkan pendekatan dakwah yang lebih adaptif, membumi, dan menyentuh aspek emosional melalui keindahan seni.
"Inovasi zikir ini murni memadukan ketukan rebana, rapai, dan gendang yang menyatu dengan lantunan ayat suci serta zikir," ujar Tgk. Mufdal dalam keterangannya pada Minggu (11/10/2026).
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Ia menegaskan bahwa harmoni nada tersebut dirancang bukan sekadar sebagai panggung hiburan, melainkan sebagai instrumen penguat pesan-pesan tauhid agar lebih mudah meresap ke dalam kalbu para pendengarnya.
Langkah Strategis Syiar Islam dan Pelestarian Seni Aceh
Sebagai bukti nyata dari penerimaan publik, grup zikir santri ini sukses mencatatkan penampilan debut yang memukau pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Leuhob, Kecamatan Peukan Baro, Pidie. Panggung perdana ini menjadi titik tolak yang menegaskan bahwa seni tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Aceh jika dikelola dengan profesional dan penuh penjiwaan.
Masyarakat setempat menyambut sangat hangat kolaborasi harmonis instrumen musik khas Aceh tersebut. Lebih dari sekadar pertunjukan, inisiatif ini dinilai oleh berbagai pihak sebagai wadah pembinaan karakter positif yang sangat efektif bagi para santri dayah. Keterlibatan dalam seni islami ini diyakini mampu menjauhkan generasi muda dari pengaruh negatif pergaulan bebas, serta menanamkan rasa cinta yang mendalam terhadap warisan leluhur.
Kehadiran kelompok zikir ini diharapkan mampu menjadi pelopor yang konsisten dalam merawat khazanah keagamaan daerah. Di tengah masifnya gempuran budaya asing, seni tradisional yang disuntikkan nilai-nilai Islam terbukti menjadi benteng pertahanan kultural yang tangguh, sekaligus memperluas jangkauan dan efektivitas syiar Islam hingga ke berbagai lapisan masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen untuk terus membumikan dakwah, pengelola Dayah Nurul Faizin Al Aziziyah membuka ruang undangan pementasan secara luas. Bagi masyarakat maupun instansi yang membutuhkan pengisian acara keagamaan yang edukatif dan bernilai seni tinggi, dapat langsung menghubungi nomor kontak resmi pengelola di 0821-8271-161. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!