Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Budaya

Grup Zikir Dayah Nurul Faizin Padukan Rebana, Rapai dan Gendang

Kontributor: Iskandar (Pidie - Aceh)|Editor: Redaksi Bedain|
Minggu, 11 Oktober 2026 pukul 12.57 WIB
|
1 menit baca
Grup Zikir Dayah Nurul Faizin Padukan Rebana, Rapai dan Gendang
Grup zikir Dayah Nurul Faizin Al Aziziyah Pidie. dok: Iskandar/ Pidie
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Penasaran dengan alunan zikir berpadu rebana, rapai, dan gendang? Grup zikir Dayah Nurul Faizin Pidie hadirkan inovasi seni islami yang memukau warga.
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Grup zikir dari Gampong Paloh Tok Dhue, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh, menghadirkan sebuah terobosan segar dalam dunia seni islami.

2

Mereka secara kreatif memadukan kekhusyukan alunan zikir dengan harmonisasi musik tradisional, menciptakan sebuah medium dakwah yang tidak hanya religius...

3

Kelompok zikir yang berada di bawah naungan Dayah Nurul Faizin Al Aziziyah pimpinan Tgk.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PIDIE - BEDAINNEWS.COM - Grup zikir dari Gampong Paloh Tok Dhue, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh, menghadirkan sebuah terobosan segar dalam dunia seni islami. Mereka secara kreatif memadukan kekhusyukan alunan zikir dengan harmonisasi musik tradisional, menciptakan sebuah medium dakwah yang tidak hanya religius, tetapi juga kental akan nilai kultural.

Kelompok zikir yang berada di bawah naungan Dayah Nurul Faizin Al Aziziyah pimpinan Tgk. Jazuli Abu Bakar ini secara berani mengombinasikan irama dinamis dari rebana, rapai, serta gendang.

Perpaduan ketiga instrumen ini menghasilkan ritme magis yang mampu membangkitkan spiritualitas sekaligus merawat identitas budaya lokal Aceh yang perlahan mulai rentan terpinggirkan oleh arus modernisasi.

Pimpinan grup zikir, Tgk. Mufdal, mengarahkan langsung 10 santri berbakat dalam mengemas metode dakwah religius ini.

Langkah taktis ini diambil agar syiar Islam semakin relevan dan diminati oleh masyarakat luas, khususnya kalangan generasi muda yang membutuhkan pendekatan dakwah yang lebih adaptif, membumi, dan menyentuh aspek emosional melalui keindahan seni.

"Inovasi zikir ini murni memadukan ketukan rebana, rapai, dan gendang yang menyatu dengan lantunan ayat suci serta zikir," ujar Tgk. Mufdal dalam keterangannya pada Minggu (11/10/2026).

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Ia menegaskan bahwa harmoni nada tersebut dirancang bukan sekadar sebagai panggung hiburan, melainkan sebagai instrumen penguat pesan-pesan tauhid agar lebih mudah meresap ke dalam kalbu para pendengarnya.

Langkah Strategis Syiar Islam dan Pelestarian Seni Aceh

Sebagai bukti nyata dari penerimaan publik, grup zikir santri ini sukses mencatatkan penampilan debut yang memukau pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Leuhob, Kecamatan Peukan Baro, Pidie. Panggung perdana ini menjadi titik tolak yang menegaskan bahwa seni tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Aceh jika dikelola dengan profesional dan penuh penjiwaan.

Masyarakat setempat menyambut sangat hangat kolaborasi harmonis instrumen musik khas Aceh tersebut. Lebih dari sekadar pertunjukan, inisiatif ini dinilai oleh berbagai pihak sebagai wadah pembinaan karakter positif yang sangat efektif bagi para santri dayah. Keterlibatan dalam seni islami ini diyakini mampu menjauhkan generasi muda dari pengaruh negatif pergaulan bebas, serta menanamkan rasa cinta yang mendalam terhadap warisan leluhur.

Kehadiran kelompok zikir ini diharapkan mampu menjadi pelopor yang konsisten dalam merawat khazanah keagamaan daerah. Di tengah masifnya gempuran budaya asing, seni tradisional yang disuntikkan nilai-nilai Islam terbukti menjadi benteng pertahanan kultural yang tangguh, sekaligus memperluas jangkauan dan efektivitas syiar Islam hingga ke berbagai lapisan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen untuk terus membumikan dakwah, pengelola Dayah Nurul Faizin Al Aziziyah membuka ruang undangan pementasan secara luas. Bagi masyarakat maupun instansi yang membutuhkan pengisian acara keagamaan yang edukatif dan bernilai seni tinggi, dapat langsung menghubungi nomor kontak resmi pengelola di 0821-8271-161. B

Kontributor: Iskandar (Pidie - Aceh)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:ZikirDayah Nurul FaizinPidieSeni IslamiRapai
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...