PANDEGLANG - BEDAIN NEWS.COM โ Suasana sore di kawasan Alun-Alun Pusat Kota Kabupaten Pandeglang, Banten, tampak berbeda pada Jumat (9/10/2026). Sejumlah atlet dan pecinta olahraga panjat tebing terlihat berlatih di fasilitas wall climbing yang berada di salah satu sudut alun-alun.
Dari pantauan di lokasi, dua dinding panjat utama digunakan secara bersamaan. Dinding sebelah kiri memiliki struktur jalur berwarna cokelat dengan pegangan (holds) berwarna-warni. Seorang pemanjat berjilbab tampak melakukan latihan dengan mengenakan perlengkapan pengaman berupa harness.
Sementara itu, di dinding sebelah kanan yang memiliki jalur pemanjatan relatif lurus, seorang atlet terlihat berusaha mencapai bagian atas dinding.
Selama latihan berlangsung, sejumlah petugas penambat tali atau belayer dan instruktur bersiaga di area bawah.
Mereka mengendalikan tali pengaman untuk membantu menjaga keselamatan para pemanjat. Keberadaan fasilitas panjat tebing di ruang publik tersebut menjadi salah satu sarana pembinaan atlet dan pengembangan minat olahraga bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Pandeglang.
Di balik aktivitas latihan tersebut, persiapan atlet panjat tebing Pandeglang menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) terus ditingkatkan. Namun, keterbatasan anggaran dan sarana latihan masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Persiapan Porprov, Hanya 12 Atlet Didukung Anggaran KONI

Sejumlah Atlet Panjat Tebing Pandeglang latihan di Alun-alun. Foto: Yayan/bedinnews.com
Pelatih panjat tebing Pandeglang, Khadafi, mengatakan persiapan atlet kini semakin ditingkatkan untuk menghadapi Porprov. Dari total 24 atlet yang mengikuti latihan, baru 12 atlet yang mendapatkan alokasi dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Sementara itu, atlet lainnya tetap diupayakan dapat mengikuti kompetisi dengan menggunakan dana pribadi. Menurut Khadafi, para atlet yang dipersiapkan berasal dari sejumlah sekolah dan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Banten. Rentang usia atlet yang mengikuti pembinaan tersebut berkisar antara 15 hingga 28 tahun.
Pembinaan juga dilakukan melalui klub-klub panjat tebing yang berada di Kabupaten Pandeglang. Dalam rapat kerja daerah terakhir, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pandeglang mencatat terdapat 28 klub yang menjadi bagian dari pembinaan olahraga tersebut.
Keberadaan klub-klub itu menjadi salah satu modal penting dalam menjaring dan mengembangkan atlet potensial. Meski demikian, proses pembinaan membutuhkan dukungan fasilitas dan pendanaan yang memadai agar kemampuan atlet dapat berkembang secara optimal.
Keterbatasan Papan Panjat Jadi Kendala
Khadafi mengungkapkan, keterbatasan sarana latihan menjadi salah satu persoalan yang perlu segera diperhatikan. Saat ini, Pandeglang hanya memiliki satu papan panjat yang digunakan bersama untuk nomor speed klasik dan speed world.
Kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk menunjang kebutuhan latihan atlet, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
Selain keterbatasan jumlah papan panjat, struktur besi pada fasilitas yang digunakan saat ini disebut telah berusia lebih dari 20 tahun. Kondisi tersebut perlu dievaluasi agar kelayakan dan keselamatan fasilitas tetap terjaga.
Khadafi berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan sarana dan prasarana panjat tebing. Menurutnya, keterbatasan fasilitas berpotensi menghambat perkembangan atlet-atlet potensial Pandeglang.
Ia juga mengkhawatirkan atlet berbakat dapat memilih bergabung dengan daerah lain yang memiliki fasilitas latihan lebih memadai apabila kebutuhan pembinaan di daerah asal tidak terpenuhi.
FPTI Pandeglang Tetap Bidik Medali Emas
Ketua Umum FPTI Kabupaten Pandeglang, M. Dadi Rajadi, menegaskan keterbatasan anggaran tidak akan menyurutkan semangat organisasinya untuk mengejar prestasi pada Porprov.
Ia menyatakan siap mengupayakan dana pribadi demi mendukung perjuangan atlet panjat tebing Pandeglang agar mampu meraih medali emas dan mengharumkan nama daerah.
โKami akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih medali emas di Porprov. Walaupun anggaran dari pemerintah terbatas, kami siap mengupayakan dana pribadi demi menyumbangkan medali emas untuk Pandeglang,โ ujar Dadi.
Meski demikian, Dadi mengingatkan bahwa target prestasi harus diimbangi dengan dukungan anggaran yang memadai. Pembinaan atlet, pemenuhan kebutuhan latihan, serta keikutsertaan dalam kompetisi membutuhkan pembiayaan yang berkelanjutan.
โJangan menuntut banyak dari cabang olahraga kalau tidak ada anggaran,โ tegasnya.
FPTI Kabupaten Pandeglang berharap pemerintah daerah tidak hanya menetapkan target prestasi, tetapi juga memberikan dukungan nyata melalui pendanaan dan pembenahan fasilitas latihan.
Menurut mereka, potensi atlet panjat tebing Pandeglang perlu diimbangi dengan sarana yang layak, aman, dan memadai. Dengan dukungan tersebut, pembinaan atlet diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga mampu bersaing pada Porprov dan membawa prestasi bagi Kabupaten Pandeglang. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!