BUKITTINGGI - BEDAINNEWS.COM โ Denyut perekonomian pedagang kaki lima (PKL) di kawasan wisata Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, perlahan berangsur membaik pasca pergeseran lokasi berdagang.
Pusat Kuliner Stasiun Lambung yang sebelumnya menempati area lahan PT KAI, kini beroperasi di sepanjang badan jalan mulai dari Simpang Tugu Polisi Wanita (Tugu Polwan) hingga kawasan arah Gereja HKBP Bukittinggi, Minggu (18/10/2026).
Lapak kuliner ini resmi beroperasi setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga tengah malam. Aneka hidangan disajikan dengan harga terjangkau, mulai dari gorengan, kue tradisional, teh talua, hingga menu makan malam seperti nasi ampera dan pecel lele.
Relokasi ke Badan Jalan dan Omzet yang Membaik
Salah seorang pedagang gorengan di Stasiun Lambung, Agus, mengungkapkan bahwa para pedagang mulai pindah berjualan ke badan jalan sejak Desember 2025. Pergeseran ini terjadi setelah kontrak penggunaan lahan milik PT KAI diputus oleh Pemko Bukittinggi pada Mei 2025.
"Semenjak berjualan di badan jalan ini, penjualan gorengan sudah mulai berangsur membaik. Begitu juga yang saya lihat pada pedagang lainnya," ujar Agus.
Meski demikian, Agus menyebutkan omzet harian sempat sedikit menurun dalam beberapa hari terakhir akibat paparan kabut asap yang cukup tebal di Kota Bukittinggi.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Terkait biaya operasional, para pedagang mengaku tidak dibebani retribusi tinggi. Mereka hanya membayar iuran kebersihan serta penggunaan daya listrik harian.
Potensi Kemacetan dan Harapan Kenyamanan Pengunjung
Sebagai kota wisata penarik wisatawan lokal maupun mancanegara, kawasan Stasiun Lambung menjadi destinasi favorit untuk menikmati kuliner malam dalam balutan udara sejuk Bukittinggi.
Namun, penggunaan dua sisi badan jalanโsatu sisi untuk lapak PKL dan sisi lainnya untuk parkir mobilโmembuat arus lalu lintas dua arah di jalur tersebut sering mengalami penyempitan. Tak jarang, kendaraan yang berselisih arus harus saling mengalah.
Guna menjaga kenyamanan pengunjung dan kelancaran arus lalu lintas, pihak redaksi Bedain News akan melakukan koordinasi dan diskusi lanjutan bersama Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi guna mendorong solusi penataan parkir dan rekayasa jalan yang lebih representatif. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!