BANDUNG - BEDAINNEWS.COM - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat secara resmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) 2026.
Agenda strategis yang melibatkan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Jawa Barat ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Jumat (16/10/2026).
Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Bina Perpustakaan dan Budaya Gemar Membaca, Andri Heriyanto, dengan diikuti oleh 24 peserta yang merupakan representasi penggerak literasi di wilayah Jawa Barat.
Penyelenggaraan Bimtek ini memiliki urgensi tinggi, yakni untuk menyamakan persepsi mengenai indikator-indikator IPLM. Langkah ini diambil sebagai upaya krusial guna mengejar ketertinggalan nilai literasi Jawa Barat yang saat ini masih tertinggal jauh dibandingkan dengan provinsi-provinsi tetangga.
Dalam pemaparannya, narasumber dari Dispusipda Jabar, Hening Widiatmoko, menyajikan data terbaru dari Perpusnas RI tahun 2026.
Data tersebut mencatat angka IPLM Jawa Barat hanya berada di posisi 18,07. Angka ini masuk dalam kategori sangat rendah, tertinggal signifikan dari Banten yang mencatatkan skor 48,59, serta Jawa Timur yang mencapai angka 56,29.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
"Perubahan kriteria penilaian dari Perpusnas RI yang dibarengi dengan batas waktu pengumpulan yang singkat menjadi faktor utama mengapa skor IPLM Jawa Barat berada di bawah Banten," papar Hening pada Jumat (16/10/2026).
Paradoks Literasi: Antara Kegemaran dan Infrastruktur
Meski skor IPLM menunjukkan angka yang menekan, terdapat sebuah paradoks menarik dalam data literasi Jawa Barat. Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Jawa Barat justru mencatatkan nilai sebesar 59,19. Angka ini menunjukkan tren positif karena berhasil melampaui pencapaian Banten maupun Jawa Timur.
Sebagai langkah konkret untuk memperbaiki data dan lapangan, melalui pelatihan ini, Relima diharapkan dapat mendampingi proses pengisian survei secara akurat di tingkat pendidikan menengah, mulai dari SMA, SMK, hingga SLB se-Jawa Barat.
Perwakilan Relima Jabar, Karina, menegaskan komitmen kuat para relawan untuk tetap konsisten menggerakkan literasi di tengah masyarakat, meskipun masa penugasan resmi dari pemerintah telah berakhir.
"Meski tugas formal dari Perpusnas RI telah selesai, Relima akan tetap bergerak aktif di kabupaten dan kota masing-masing demi memastikan gerakan literasi tidak terhenti," tegas Karina.
Sejalan dengan semangat keberlanjutan tersebut, Koordinator Relima Jabar, Amran Halim, menyatakan rencana strategis untuk mengusulkan pembentukan Forum Relima kepada Perpusnas RI. Forum ini diharapkan tidak lagi terikat pada batasan penugasan tahunan, melainkan menjadi wadah permanen.
Langkah transformatif ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi yang berkelanjutan antara relawan di akar rumput dengan dinas daerah, guna mewujudkan peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Barat secara lebih terarah, sistematis, dan berdampak jangka panjang. B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!