Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Berita

Dilema Peternak Sapi Palu Terjepit Perda Dan Kekeringan

Kontributor: Muhammad Agus (Palu – Sulteng)|Editor: Redaksi Bedain|
Senin, 12 Oktober 2026 pukul 01.32 WIB
|
1 menit baca
Dilema Peternak Sapi Palu Terjepit Perda Dan Kekeringan
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Peternak sapi di Palu terpaksa lepas ternak di TPA akibat kekeringan ekstrem, namun berbenturan dengan Perda penertiban. Simak kisah selengkapnya.
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Ancaman kekeringan ekstrem yang melanda kawasan Kota Palu, Sulawesi Tengah, berdampak serius terhadap keberlangsungan sektor peternakan lokal.

2

Di tengah melambungnya biaya operasional pakan, para peternak tradisional kini terjepit dilema antara menyelamatkan hewan ternak atau berhadapan dengan sanksi...

3

Musim kemarau panjang membuat lahan-lahan bekas sawah panen yang biasa dijadikan lokasi penggembalaan mengering, hingga memaksa peternak mencari opsi darurat.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PALU - BEDAINNEWS.COM — Ancaman kekeringan ekstrem yang melanda kawasan Kota Palu, Sulawesi Tengah, berdampak serius terhadap keberlangsungan sektor peternakan lokal. Di tengah melambungnya biaya operasional pakan, para peternak tradisional kini terjepit dilema antara menyelamatkan hewan ternak atau berhadapan dengan sanksi regulasi daerah, Senin (12/10/2026).

Musim kemarau panjang membuat lahan-lahan bekas sawah panen yang biasa dijadikan lokasi penggembalaan mengering, hingga memaksa peternak mencari opsi darurat.

Pilihan Darurat Di Lokasi TPA

Salah seorang peternak sapi lokal, Afan, mengutarakan beratnya perjuangan peternak mencari pakan hijau di tengah cuaca ekstrem yang mematikan vegetasi rumput.

"Biasanya kami melepas sapi di lokasi bekas sawah yang selesai panen.

Namun, karena saat ini musim kekeringan, banyak rumput yang mati, membuat kami kewalahan untuk memberi makan sapi. Jadi, alternatifnya sapi kami lepas di lokasi TPA," ujar Afan saat ditemui di lapangan.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Pilihan melepas ternak di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) diambil demi kelangsungan hidup sapi-sapi warga, meski berisiko memicu persoalan baru dari sisi ketertiban kota dan kesehatan ternak.

Benturan Dengan Perda Dan Satpol PP

Pola pemeliharaan darurat tersebut langsung berbenturan dengan aturan penertiban fasilitas publik. Pelepasan hewan ternak secara liar di ruang umum melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Palu Nomor 6 Tahun 2012 tentang Penertiban Ternak.

Langkah tegas Satpol PP Kota Palu dalam menertibkan ternak liar bertujuan menjaga keselamatan lalu lintas dan ketertiban umum. Kendati demikian, fenomena ini menegaskan pentingnya solusi jangka panjang dari pemerintah daerah untuk membantu mitigasi pakan peternak di tengah fluktuasi cuaca ekstrem.B

Kontributor: Muhammad Agus (Palu – Sulteng)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Peternak Sapi PaluKekeringan EkstremPerda Kota PaluSatpol PP PaluPakan Ternak Darurat
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

2 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...