PELALAWAN - BEDAINNEWS.COM — Usaha pembuatan batu bata menjadi salah satu tulang punggung ekonomi kerakyatan yang ditekuni warga Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau. Tiga desa utama yang menjadi pusat produksi batu bata meliputi Desa Kemang, Palas, dan Dundangan.
Di tiga kawasan tersebut, tercatat lebih dari 30 tungku pembakaran aktif yang menjadikan wilayah ini sebagai sentra utama batu bata di Pelalawan.
Kapasitas Produksi dan Keterkaitan Ekonomi
Setiap dapur pembakaran mampu memproduksi antara 35.000 hingga 50.000 buah batu bata dalam satu kali proses pembakaran. Para pengusaha lokal menargetkan dua kali siklus produksi dalam satu bulan demi meraih keuntungan yang memadai.
Namun, kelancaran produksi batu bata sangat bergantung pada kondisi ekonomi masyarakat sekitar, khususnya hasil perkebunan kelapa sawit. Saat harga komoditas kebun warga stabil, daya beli dan pemesanan batu bata ikut melonjak.
Kendala Pasokan Solar dan Mekanisasi Mesin
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Proses pencetakan batu bata di Pangkalan Kuras kini tak lagi menggunakan cara manual, melainkan sudah beralih menggunakan mesin pencetak bertenaga mesin diesel. Dampaknya, kelangkaan dan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar menjadi kendala utama yang kerap memusingkan para pengrajin.
Para pelaku usaha batu bata di Pelalawan berharap adanya kemudahan akses BBM solar serta kestabilan ekonomi daerah agar rantai produksi bahan bangunan lokal tersebut tetap berputar.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!