Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Berita

Krisis Solar Hantam Pengusaha Batu Bata di Pelalawan!

Kontributor: Andi Sasoko (Pelalawan – Riau)|Editor: Redaksi Bedain|
Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 02.05 WIB
|
1 menit baca
Krisis Solar Hantam Pengusaha Batu Bata di Pelalawan!
Pabrik batu bata ditekuni warga Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (14/10/2026). Foto: Andi Sasoko, Pelalawan Riau
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Beralih ke mesin cetak modern, pengrajin batu bata di Pelalawan justru terancam gulung tikar akibat krisis BBM solar. Apa yang sebenarnya terjadi?
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

Usaha pembuatan batu bata menjadi salah satu tulang punggung ekonomi kerakyatan yang ditekuni warga Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau.

2

Tiga desa utama yang menjadi pusat produksi batu bata meliputi Desa Kemang, Palas, dan Dundangan.

3

Di tiga kawasan tersebut, tercatat lebih dari 30 tungku pembakaran aktif yang menjadikan wilayah ini sebagai sentra utama batu bata di Pelalawan.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PELALAWAN - BEDAINNEWS.COM — Usaha pembuatan batu bata menjadi salah satu tulang punggung ekonomi kerakyatan yang ditekuni warga Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau. Tiga desa utama yang menjadi pusat produksi batu bata meliputi Desa Kemang, Palas, dan Dundangan.

Di tiga kawasan tersebut, tercatat lebih dari 30 tungku pembakaran aktif yang menjadikan wilayah ini sebagai sentra utama batu bata di Pelalawan.

Kapasitas Produksi dan Keterkaitan Ekonomi

Setiap dapur pembakaran mampu memproduksi antara 35.000 hingga 50.000 buah batu bata dalam satu kali proses pembakaran. Para pengusaha lokal menargetkan dua kali siklus produksi dalam satu bulan demi meraih keuntungan yang memadai.

Namun, kelancaran produksi batu bata sangat bergantung pada kondisi ekonomi masyarakat sekitar, khususnya hasil perkebunan kelapa sawit. Saat harga komoditas kebun warga stabil, daya beli dan pemesanan batu bata ikut melonjak.

Kendala Pasokan Solar dan Mekanisasi Mesin

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Proses pencetakan batu bata di Pangkalan Kuras kini tak lagi menggunakan cara manual, melainkan sudah beralih menggunakan mesin pencetak bertenaga mesin diesel. Dampaknya, kelangkaan dan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar menjadi kendala utama yang kerap memusingkan para pengrajin.

Para pelaku usaha batu bata di Pelalawan berharap adanya kemudahan akses BBM solar serta kestabilan ekonomi daerah agar rantai produksi bahan bangunan lokal tersebut tetap berputar.B

Kontributor: Andi Sasoko (Pelalawan – Riau)|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Batu Bata PelalawanKelangkaan BBM SolarEkonomi Kerakyatan RiauPangkalan Kuras
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...