Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News — Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Pendidikan

Kekurangan Ruang Kelas, Siswa SDN Rancamulya Belajar di Lantai

Kontributor: Ade Nur|Editor: Redaksi Bedain|
Senin, 19 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB
|
1 menit baca
Kekurangan Ruang Kelas, Siswa SDN Rancamulya Belajar di Lantai
🚀 SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
INDRAMAYU, BEDAINNEWS.COM – Keterbatasan sarana pendidikan masih menjadi tantangan bagi UPTD SDN Rancamulya, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. Sejumlah siswa, khususnya kelas II, terpaksa mengikuti kegiatan...
⚡ 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

COM – Keterbatasan sarana pendidikan masih menjadi tantangan bagi UPTD SDN Rancamulya, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu.

2

Sejumlah siswa, khususnya kelas II, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan duduk di lantai akibat keterbatasan ruang kelas.

3

Kondisi tersebut menjadi gambaran tantangan sekolah dalam menyediakan ruang belajar yang layak dan nyaman bagi peserta didik.

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

INDRAMAYU - JAWABARAR - INDRAMAYU, BEDAINNEWS.COM – Keterbatasan sarana pendidikan masih menjadi tantangan bagi UPTD SDN Rancamulya, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. Sejumlah siswa, khususnya kelas II, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan duduk di lantai akibat keterbatasan ruang kelas.

Kondisi tersebut menjadi gambaran tantangan sekolah dalam menyediakan ruang belajar yang layak dan nyaman bagi peserta didik.

Keterbatasan ruang membuat aktivitas membaca, menulis, dan mengikuti pelajaran belum dapat berlangsung secara optimal.

Kepala UPTD SDN Rancamulya, Kuswanto, mengatakan sekolah tersebut memiliki 104 siswa yang tersebar dari kelas I hingga kelas VI. Jumlah tersebut membutuhkan dukungan fasilitas dan ruang belajar yang memadai agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.

“Kami tentu berharap seluruh siswa bisa belajar di ruang kelas yang layak dan nyaman. Kondisi yang ada saat ini menjadi perhatian kami karena fasilitas belajar sangat penting untuk mendukung proses pendidikan anak-anak,” ujar Kuswanto.

Pihak sekolah bersama para guru telah berupaya mengajukan bantuan rehabilitasi maupun pembangunan ruang kelas baru. Pengajuan dilakukan melalui sistem atau aplikasi bantuan yang tersedia, tetapi kebutuhan tersebut belum dapat direalisasikan karena sejumlah kendala.

📲 KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Salah satu kendala berkaitan dengan status dan kondisi lahan. Sekolah menggunakan tanah desa yang sebelumnya dimanfaatkan secara bersama, sementara sebagian lahan yang direncanakan untuk pembangunan ruang kelas masih berupa balong atau kolam.

Kondisi tersebut membuat rencana pembangunan membutuhkan penyelesaian lebih lanjut, terutama terkait kejelasan status lahan dan kesiapan lokasi. Kedua hal tersebut menjadi bagian penting agar rencana penambahan ruang kelas dapat ditindaklanjuti.

“Kami sudah berusaha mengajukan proposal melalui mekanisme yang tersedia. Namun, beberapa kali pengajuan mengalami kendala hingga tertutup atau kedaluwarsa, sementara persoalan lahan juga belum selesai. Kami berharap ada solusi dan pendampingan dari pihak terkait agar kebutuhan ini bisa diproses kembali,” ungkapnya.

Menurut Kuswanto, kebutuhan ruang kelas bukan hanya menyangkut ketersediaan bangunan, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan siswa dalam menerima pelajaran dan efektivitas guru dalam menjalankan proses pembelajaran.

Pihak sekolah berharap pemerintah desa, pemerintah daerah, serta instansi terkait bidang pendidikan dapat berkoordinasi untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

Penyelesaian status dan kondisi lahan diharapkan menjadi langkah awal untuk memberikan kepastian terhadap rencana pembangunan ruang kelas baru.

Kuswanto menegaskan, sekolah membutuhkan dukungan agar fasilitas pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan para siswa.

Ia berharap keterbatasan ruang belajar tidak terus menjadi hambatan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik.

“Harapan kami, ada perhatian nyata untuk membantu memenuhi kebutuhan ruang kelas di sekolah ini. Kami ingin anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman, sementara para guru dapat mengajar secara maksimal demi masa depan mereka,” tuturnya.

Hingga kini, kebutuhan penambahan ruang kelas di UPTD SDN Rancamulya masih menunggu penyelesaian. Bagi 104 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut, ruang belajar yang layak menjadi kebutuhan penting untuk mendukung proses pembelajaran. B

Kontributor: Ade Nur|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Indramayu - jawabarar
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS • GoPay • OVO • Dana • ShopeePay
✨ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...