PALU - BEDAINNEWS.COM — Kondisi daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok, khususnya komoditas telur ayam ras, cenderung belum stabil di tengah situasi ekonomi saat ini.
Fenomena tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang di Pasar Inpres Manonda, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis pagi (15/10/2026).
Salah seorang pedagang asal Boyaoge, Indra Kristianto (40), menyebutkan bahwa tingkat penjualan telur di lapaknya kerap berubah-ubah sepanjang pekan.
Tingkat Penjualan Selalu Berubah-ubah
Indra, yang telah berjualan di kawasan Pasar Inpres Manonda selama kurang lebih tiga tahun, mengungkapkan bahwa pendapatan harian pedagang sangat bergantung pada kondisi keuangan konsumen.
"Pendapatan dan daya beli konsumen kadang berada di tingkat normal, namun tak jarang mengalami penurunan cukup signifikan," ujar Indra di lokasi pasar.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Kondisi penjualan yang tidak menentu ini membuat pedagang harus pandai mengelola pasokan barang agar tidak menumpuk dan mengalami kerusakan.
Harga Per Rak Relatif Terjangkau
Meskipun tingkat permintaan masyarakat cenderung fluktuatif, Indra memastikan bahwa harga jual telur ayam ras saat ini tergolong relatif stabil di pasaran.
Harga satu rak telur ayam ras dibanderol berkisar antara Rp50.000 hingga Rp55.000, bergantung pada ukuran fisik telur yang ditawarkan kepada pembeli.
Di tengah tantangan ekonomi, ia berharap pemerintah daerah dapat terus menjaga kestabilan maupun menurunkan harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Paling bagus ya harganya bisa turun lagi, supaya seluruh masyarakat bisa menikmati dan harganya terjangkau," pungkasnya.B

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!