PALU - SULTENG - BEDAINNNEWS.COM - Adalah Bahri (41), seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penjual bawang goreng khas daerah asal Banggai, Sulteng mengeluhkan penurunan omset penjualan dan merosotnya daya beli masyarakat secara drastis belakangan ini.
Bahri, yang telah menjalankan usaha berjualan bawang goreng sejak tahun 2023 dengan brand Toko Bawang Goreng Aisyah, mengungkapkan bahwa kondisi penjualan saat ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Omset penjualan dari tahun-tahun sebelumnya jika dibandingkan sekarang, sangat menurun sekali," ujar Bahri saat diwawancarai awak media Bedainnews.com, Sabtu, (26/9/2026) pukul 13.20 WITA di Pasar Inpres Manonda, Kelurahan Balaroa, Kota Palu.
Menurut Bahri, bahan baku bawang goreng yang ia jual dipasok dari wilayah Sigi dan Pantai Timur. Ia menjual bawang goreng dengan variasi harga yang beragam, mulai dari kemasan kecil seharga Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, hingga kemasan besar seharga Rp120.000.
Selain itu, ia juga menyediakan varian bawang goreng kering dengan kemasan berwarna ungu metalik serta produk kacang goreng dan kacang goyang. Ia menambahkan, dampak penurunan daya beli masyarakat dan efisiensi ekonomi juga membuat permintaan pengiriman ke luar kota terhenti total. Padahal sebelumnya, ia kerap menerima pesanan dari luar daerah.
"Untuk sekarang memang tidak ada lagi (permintaan luar kota), karena efisiensi ini yang bikin orang tidak belanja," tambahnya.
Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!
Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.
Menghadapi situasi sulit ini, Bahri berharap pemerintah dapat mengambil langkah nyata dan komitmen yang lebih baik untuk memulihkan perekonomian masyarakat.
"Harapannya supaya pemerintah lebih bagus lagi, supaya daya beli masyarakat itu bisa kembali lagi," tutur Bahri menutup perbincangan.*
Kontributor : Ibrahim Aji (Palu - Sulteng)

Komentar & Diskusi Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!