Today | Kamis, 5 November 2026
TOPIK HANGAT
Selamat datang di Bedain News โ€” Portal Berita Terpercaya
Alih Bahasa Berita (AI):
Berita

Dana Iklim Rp39 Miliar Dipertanyakan Saat Karhutla Berulang

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain|
Kamis, 1 Oktober 2026 pukul 06.33 WIB
|
1 menit baca
Dana Iklim Rp39 Miliar Dipertanyakan Saat Karhutla Berulang
Foto Situasi bekas Karhutla dari Atas
๐Ÿš€ SLOT MITRA & SPONSOR

Perluas Jangkauan Bisnis & Brand Anda Bersama Kami

Tempatkan iklan usaha, banner, atau advertorial Anda di hadapan pembaca setia Bedain News.

Hubungi Redaksi
Dengarkan Berita AI
Dengarkan isi artikel layaknya podcast saat Anda sedang beraktivitas.
Kecepatan:
Kalbar memperoleh alokasi USD2.506.965 atau sekitar Rp39 miliar berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
โšก 3 DETIK PAHAMIntisari Berita

Poin Kunci Yang Perlu Anda Tahu

1

COM โ€” Dana iklim sekitar Rp39 miliar telah dialokasikan untuk Kalimantan Barat.

2

Namun, ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali berulang, penggunaan dana tersebut justru dipertanyakan.

3

Sorotan itu disampaikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Barat melalui siaran pers, Kamis (1/10/2026).

Dirangkum otomatis untuk baca kilatGulir ke bawah untuk naskah lengkap

PONTIANAK, BEDAINNEWS.COM โ€” Dana iklim sekitar Rp39 miliar telah dialokasikan untuk Kalimantan Barat. Namun, ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali berulang, penggunaan dana tersebut justru dipertanyakan.

Sorotan itu disampaikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Barat melalui siaran pers, Kamis (1/10/2026). WALHI mempertanyakan alokasi, penerima manfaat, serta hasil penggunaan dana Results Based Payment (RBP) REDD+ yang disebut telah diterima Kalbar.

Berdasarkan siaran pers tersebut, Kalbar memperoleh alokasi USD2.506.965 atau sekitar Rp39 miliar berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.1398/Menlhk/Setjen/KUM.1/2023. Dana itu berkaitan dengan pembayaran berbasis hasil atas penurunan emisi terverifikasi periode 2014โ€“2016.

Persoalannya, salah satu keluaran program tersebut berkaitan dengan pengendalian karhutla. WALHI menilai berulangnya kebakaran menunjukkan masih lemahnya kapasitas pencegahan dan pengendalian.

โ€œPemerintah memiliki anggaran yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas dan melindungi ekosistem gambut,โ€ tulis WALHI dalam siaran persnya.

WALHI juga mengaitkan karhutla dengan kerusakan ekosistem gambut. Gambut yang mengalami kerusakan dan menjadi kering disebut lebih rentan terbakar.

๐Ÿ“ฒ KOMUNITAS RESMI BEDAIN NEWS

Dapatkan Peringatan Berita Terkini Langsung di WhatsApp Anda!

Bergabung bersama ribuan pembaca lainnya untuk mendapatkan update berita pilihan.

Gabung WhatsApp

Di sisi lain, Gubernur Kalbar Ria Norsan pada Januari 2026 disebut menyampaikan rencana penerimaan insentif sekitar Rp1 triliun melalui skema RBP REDD+ dari Green Climate Fund (GCF), atas capaian penurunan emisi dan deforestasi.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan baru dari WALHI: bagaimana pertanggungjawaban dana sekitar Rp39 miliar yang sebelumnya telah diterima?

โ€œDana sekitar Rp39 miliar yang telah diterima Kalbar masih menyisakan pertanyaan publik mengenai alokasi, penerima manfaat, dan hasil penggunaannya,โ€ demikian pernyataan WALHI.

Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye WALHI Kalbar, Indra Syahnanda, menegaskan dana iklim seharusnya menghasilkan manfaat yang dapat dibuktikan.

โ€œDana iklim harus menghasilkan perlindungan hutan, pemulihan gambut, pencegahan karhutla, penguatan masyarakat, dan pengurangan emisi yang dapat dibuktikan,โ€ kata Indra.

WALHI bahkan menyatakan, jika alokasi dana Rp1 triliun tersebut tidak jelas dan bertentangan dengan tujuan mitigasi perubahan iklim, lebih baik dana tersebut ditolak.

Kontributor: Redaksi Bedain|Editor: Redaksi Bedain
TOPIK:Dana Iklim Rp39 MiliarKarhutlabedainbedain new
Dukungan Pembaca 100% Untuk Riset Redaksi

Dukung Jurnalisme Independen Bedain News

Bantu tim redaksi kami tetap menyajikan berita berimbang, tajam, dan bebas pengaruh dengan mentraktir secangkir kopi.

PILIH PAKET APRESIASI:Dukungan segar untuk 1 laporan independen
Traktir Rp 15.000 Sekarang QRIS โ€ข GoPay โ€ข OVO โ€ข Dana โ€ข ShopeePay
โœจ RESPONS PEMBACA

Bagaimana reaksi Anda terhadap artikel ini?

1 pembaca telah memberikan respons

Komentar & Diskusi Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Memuat komentar...